REAKSI-REAKSI ALDEHID
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VIII. DATA PENGAMATAN
|
No |
Perlakuan |
Fungsi Alat
dan Bahan |
Tujuan |
Hasil
Pengamatan |
|
1 |
Ditambahkan
larutan 0,3M AgNO3 ke dalam tabung reaksi |
Alat 1.
Pipet tetes berfungsi sebagai alat untuk mengambil
sampel dan reagen yang digunakan pada percobaan 2.
Tabung reaksi berfungsi sebagai wadah untuk
mereaksikan larutan sampel dan reagen Tollens 3.
Rak tabung reaksi berfungsi sebagai dudukan atau
penyangga tabung reaksi Bahan
1.
Larutan 0,3M AgNO3 berfungsi sebagai
reagen yang akan mengoksidasi sampel dan membentuk cermin perak 2.
Larutan 0,3M NaOH berfungsi untuk membentuk
endapan perak oksida yang memiliki warna kecoklatan 3.
Larutan 3M NH3 berfungsi untuk
melarutkan endapan perak oksida dengan membentuk senyawa kompleks 4.
Air berfungsi zat perantara dalam pemanasan sampel
secara tak langsung 5.
Senyawa X (benzaldehid) berfungsi sebagai sampel
yang merupakan golongan senyawa aldehid 6.
Senyawa Y (non aldehid) berfungsi sebagai sampel yang
merupakan golongan senyawa aldehid |
Untuk mengamati reaksi aldehid yang
akan di uji |
Sejumlah 0,3M AgNO3 siap untuk direaksikan |
|
2 |
Ditambahkan 1 – 2 tetes larutan 0,3M
NaOH |
untuk mengetahui apakah terbentuk
endapan oksida perak |
Larutan
menjadi berwarna kecokelatan dan membentuk endapan oksida perak |
|
|
3 |
Ditambahkan larutan 3M NH3
tetes demi tetes sampai endapan oksida perak terlarutkan |
untuk menghomoenkan larutan |
Endapan oksida perak menjadi larut dan
membentuk larutan yang homogen |
|
|
4 |
Dimasukkan
larutan X yang merupakan benzaldehida ke dalam tabung reaksi reagen Tollens tadi |
Untuk mengetahui apakah terbentuk
cermin perak |
Larutan X larut dalam reagen Tollens |
|
|
5 |
Dikocok
dengan perlahan dan didiamkan selama kurang lebih 10 menit |
untuk menghomogen kan larutan. |
Terbentuk sedikit cermin perak seperti butiran
pada larutan |
|
|
6 |
Diamati
perubahan pada larutan berupa terbentuknya lapisan perak |
untuk mengamati apakah terbentuk
cermin perak |
Terbentuk sedikit cermin perak seperti butiran
pada larutan |
|
|
7 |
Apabila tidak terdapat perubahan
larutan dipanaskan dalam waterbath selama
5 menit |
untuk mengamati apakah benar
terbentuk cermin perak dalam uji tollens |
Terbentuk endapan cermin perak pada larutan yang
menandakan larutan X positif golongan senyawa aldehid |
|
|
8 |
Dilakukan
pengujian ulang pada larutan Y (bukan aldehid) dengan direaksikan pada reagen
Tollens |
untuk mengamati apakah terbentuk
cermin perak |
Larutan Y larut dalam reagen Tollens |
|
|
9 |
Diaduk
dan didiamkan selama kurang lebih 10 menit dan diamati perubahan pada larutan |
untuk menghomogen kan larutan. |
Tidak terbentuk cermin perak pada larutan |
|
|
10 |
Dipanaskan larutan Y dan diamati
perubahan pada larutan |
untuk mengamati apakah terbentuk
cermin perak |
Tidak terbentuk endapan cermin perak pada larutan
yang menandakan larutan Y negative atau bukan golongan senyawa aldehid |
IX. Pembahasan
Menurut
video eksperimen yang diamati, uji Tollens biasanya digunakan untuk
mengidentifikasi senyawa organik yang termasuk dalam kelompok aldehida atau
kelompok aldehida. Dalam video percobaan, terlihat bahwa senyawa organik
sebagai gugus aldehida, jika direaksikan dengan pereaksi Tollens, akan
membentuk endapan perak yang disebut endapan cermin perak. Selama reaksi, satu
jenis reaksi dapat terjadi pada aldehida, yaitu reaksi oksidasi. Dalam reaksi
oksidasi ini, aldehida bertindak sebagai reduktor, yang mereduksi reagen
Tollens menjadi ion logam perak atau Ag + dan membentuk endapan cermin perak.
Reaksi oksidasi aldehida dan pereaksi Tollens akan membentuk isomer organik
yaitu asam karboksilat dengan jumlah atom karbon yang sama dengan senyawa
aldehida yang digunakan dalam percobaan.
Terlihat
bahwa pereaksi Tollens dibuat dengan mereaksikan berbagai senyawa, antara lain
AgNO3 dan NaOH. Peran AgNO3 adalah mengoksidasi sampel dan membentuk cermin
perak, sedangkan peran NaOH adalah membentuk warna kecoklatan. Deposit oksida
perak. NH3 dan NH3 melarutkan endapan dan oksida dengan membentuk kompleks,
dengan demikian mengubah larutan menjadi larutan tidakk berwarna yang dapat
larut secara sesuai. Karena larutan ini mudah menguap, sehingga tidak dapat
disimpan dalam waktu yang lama. Ketika senyawa X (yaitu benzaldehida), yang
merupakan senyawa organik berbasis aldehida, bereaksi dengan pereaksi Tollens,
mula-mula terbentuk endapan cermin perak kecil dalam larutan, dan kemudian
dipanaskan untuk mempercepat reaksi dalam larutan, membentuk cermin perak
mengendap dalam tabung reaksi, menunjukkan Senyawa X yang digunakan positif
untuk gugus aldehida. Sedangkan bila senyawa Y yang digunakan direaksikan
dengan pereaksi Tollens dan diberi perlakuan yang sama, setelah reaksi dengan
pereaksi Tollens dan setelah senyawa dipanaskan tidak terbentuk endapan cermin
perak dalam larutan. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa Y yang digunakan adalah
negatif yang berarti bukan senyawa berbasis aldehida. Oleh karena itu, dapat
dilihat pula bahwa senyawa aldehida dengan pereaksi Tollens selama reaksi akan
membentuk endapan cermin perak akibat reaksi oksidasi antar larutan. Pada video
yang telah di amati jika uji tollens berhasil, dan positif pada saat terjadinya
reaksi reaksi aldehid maka terbentuknya cermin perak dengan berebentuk butiran,
sedangkan jika uji tollens negatif maka tidak terbentuk butiran
X. Pertanyaan
1. Apakah
ada cara lain untuk mengidentifikasi senyawa aldehid selain uji tollens ?
2. Mengapa
reagen tollens harus dibuat saat percobaan apakah akan mempengaruhi hasil akhir
jika di buat sebelum atau dibuat lebih dahulu dengan rentan waktu yang lama
dengan percobaan yang di lakukan ?
3. mengapa bisa tidak terjadi perubahan pada uji
tollens dan mengapa harus di panaskan di waterbath ?
XI. Kesimpulan
1.
Uji tollens adalah
uji yang dapat mengetahui reaksi aldehid dikatakan bberhasil, dan positif pada
saat terjadinya reaksi reaksi aldehid maka terbentuknya cermin perak dengan
berebentuk butiran, sedangkan jika uji tollens negatif maka tidak terbentuk
butiran
2.
Senyawa aldehid
bisa mengalami beberapa reaksi diantaranya
-
reaksi
oksidasi
-
reaksi adisi
-
reaksi
hidrolisis.
XI. Daftar
Pustaka
Diani,
2013, Pereaksi Tollens: Identifikasi Gugus Aldehida http://chemistrydiani.blogspot.com
/2013/05/pereaksi-tollens-identifikasi-gugus.html Diakses pada tanggal 20 Maret 2021
Kiki
Risqiatul, 2013, Uji Tollen Untuk Aldehid Dan Keton http://kikyrisqiyatulj.blogspot.com
/2013/10/uji-tollen-untuk-aldehid-dan-keton.html
Marliza
Hesti, 2019, Analisis Kualitatif
Formalin pada Ikan Asin di Pasar Jodoh Kota Batam, Jurnal Farmasi Indonesia, Vol.16 No. 02
Sri,
Rahayu Santi, 2011, Senyawa Antimakan Triterpenoid Aldehid Dalam Biji Sirsak
(Anonna Muricata Linn), Jurnal Kimia,
Vol 5 No (2
Yosel,
2017, Reaksi Reaksi pada Hidrokarbon, https://yoeselynwangi.blogspot.com
/2017/07/reaksi-reaksi-pada-hidrokarbon.html. Diakses pada tanggal
20 Maret 2021
