REAKSI-REAKSI ALDEHID
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I
Judul : Reaksi reaksi aldehid
II Hari, Tanggal : Senin, 22 Maret 2021
III Tujuan :
1.
Untuk mengetahui reaksi aldehid dengan uji tollens
2.
Untuk mengetahui
reaksi reaksi yang terjadi pada aldehid
IV Landasan
Teori
Menurut ( Yosel, 2017) Reaksi pada Aldehid adalah Senyawa
karbon dimana senyawa yang kelimpahannya
banyak serta beragam di alam. Aldehida merupakan suatu kelompok dimana senyawa organik yang mengandung gugus
karbonil yang memiliki sifat-sifat kimia, fisika serta kegunaanya
Reaksi- reaksi aldehid
1. Reaksi Aldehid dengan Amonia
2. Reaksi Identifikasi
Untuk mengidentifikasi keberadaan gugus aldehida dalam senyawa, digunakan pereaksi 2,4-dinitrofenilhidrazin untuk bereaksi dan membentuk endapan.
3. Reaksi dengan H2
Reaksi aldehid dengan H2 akan menghasilkan alkohol primer
4. Oksidasi dengan Aldehida
Oksidan
lemah dapat digunakan untuk mengoksidasi aldehida. Reagen Tollens dan Fehling
adalah oksidan lemah dan reagen khusus untuk mengidentifikasi aldehida
5. Reaksi Aldehid dengan HCN
Menurut (Diani, 2013 ) Pereaksi
Tollens merupakan reagen yang mengandung perak sebagai ion kompleks ialah [Ag
(NH3) 2] +. Biasanya ditulis sebagai Ag2O dalam persamaan pereaksi muatan.
Reagen Tollens dibentuk dengan menambahkan NaOH ke perak nitrat, membentuk
endapan Ag2O berwarna coklat. Endapan tersebut kemudian dilarutkan dalam
larutan amonia. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut:
2Ag + + 2OH
-> Ag2O (s) + air
Ag2O (s) + 4NH3 +
H2O-> 2 [ag (NH3) 2] + + 2OH-
Saat
reaksi dilakukan dalam wadah kaca, endapan perak yang terbentuk akan menutupi
cermin. Oleh karena itu, reaksi ini disebut cermin perak. Reaksi antara
aldehida dan pereaksi Tollen adalah sebagai berikut:
R-CHO + Ag2O->
R-COOH + 2Ag (s)
Salah satu
dari tiga komponen senyawa Ditemukan pada ekstrak kental biji n-heksana sirsak
merupakan isolat anti makanan yang efektif (distilat FA) Kelompok triterpen
Aldehida. Aldehida memiliki isolat triterpenoid Fitur grup fungsional
peregangan C-H streaching Vinil, senyawa alifatik regang C-H, C = O ( Sri, 2011 )
Deteksi
kualitatif formaldehida dengan reagen Tollens Larutkan 100ml perak nitrat
Tambahkan 5ml ke air suling Kemudian tambahkan larutan NaOH 5% Tambahkan 7,5 ml
air amonia pekat, Dapatkan amonium nitrat perak (Isi reagen). Tes kualitatif
Formaldehida dan reagen Tollens Sebagai berikut: hingga 1 ml Tambahkan filtrat
ikan asin Kemudian tambahkan tabung reaksi 1 ml reagen Tollens, lalu kocok.
Panaskan larutan sampai muncul Gelembung, perubahan sedang terjadi Jika
formaldehida normal, warnanya akan berubah Menjadi hitam dan membentuk cermin Perak
di permukaan. ( marliza, 2019 )
Aldehida
teroksidasi menjadi anion karboksilat, dan ion Ag + dalam pereaksi Tollens
direduksi menjadi logam Ag. Ciri dari uji positif adalah terbentuk cermin perak
pada dinding dalam tabung reaksi, dan reaksi dengan pereaksi Tollens dapat
mengubah ikatan C-H pada ikatan aldehida menjadi C-O. Alkohol sekunder dapat
dioksidasi menjadi keton, tetapi keton tidak dapat dioksidasi lebih lanjut
menggunakan pereaksi Tollens. Ini karena keton tidak memiliki atom hidrogen
yang terikat pada atom karbon karbonil. Dibandingkan dengan aldehida, keton
hanya dapat dioksidasi dalam keadaan reaksi yang lebih keras. Ikatan antara
karbon karbonil dan salah satu karbon terputus, dan produk oksidasi yang
dihasilkan memiliki atom karbon yang lebih sedikit daripada bahan keton
aslinya. Pengecualiannya adalah oksidasi siklik keton, karena jumlah atom
karbon tetap. Misalnya, sikloheksanon dioksidasi secara luas menjadi asam
dikarboksilat, yang merupakan bahan kimia penting dalam produksi nilon. ( Kiki,
2013 )
V. Alat dan bahan
5.1 Alat
1.
Pipet tetes
2.
Tabung reaksi
3.
Rak tabung
reaksi
5.2 Bahan
1.
Larutan 0,3M AgNO3
2.
Larutan 0,3M NaOH
3.
Larutan 3M NH3
4.
Air
5.
Senyawa X
6.
Senyawa Y
VI. PROSEDUR KERJA
Tabung Reaksi dan rak
Tabung reaksi1
Ø Ditambahkan
larutan 0,3M AgNO3 ke dalam tabung reaksi
Ø Ditambahkan
1 – 2 tetes larutan 0,3M NaOH
Ø Ditambahkan larutan 3M NH3 tetes demi tetes sampai endapan oksida perak terlarutkan
Tabung Reaksi 2
Ø Dimasukkan
larutan X yang merupakan benzaldehida ke dalam tabung reaksi reagen Tollens
Ø Dikocok
dengan perlahan dan didiamkan kurang lebih selama 10 menit
Ø Diamati
perubahan pada larutan berupa terbentuknya lapisan perak
(Apabila tidak terdapat perubahan larutan dipanaskan
dalam waterbath selama 5 menit)
Tabung Reaksi 3
Ø Dilakukan
pengujian ulang pada larutan Y (bukan aldehid) dengan direaksikan pada reagen
Tollens
Ø Diaduk
dan didiamkan selama kurang lebih 10 menit dan diamati perubahan pada larutan
Ø Dipanaskan
larutan Y dan diamati perubahan pada larutan
Hasil pengamatan
Untuk lebih jelasnya mengenai reaksi reaksi aldehid anda dapat melihat video
berikut :
Reaksi reaksi aldehid: https://www.youtube.com/watch?v=7I-y3I3VzM8
Permasalahan :
1.
Bagaimana cara
reaksi aldehid dengan uji tollens bernilai positif dan negative ?
2.
Apakah
berpengaruh jika kita cepatkan atau lambatkan dalam proses uji tollens tersebut
?
3.
Mengapa harus di
lakukan pengocokan dalam video uji tollens ini ?

Baiklah Saya Sindi Permata Sari, Dengan NIM A1C119064,saya akan menjawab pertanyaan no 3, Menurut saya fungsi dari pengocokan adalah agar dapat melihat apakah ada endapan perak dalam larutan tersebut
BalasHapusBaiklah perkenalkan saya Soni Fitri Br Nababan nim A1C119097, jadi saya ingin menjawab pertanyaan no (2), Kecepatan itu menentukan dalam memproses uji tollens. Jadi pengaruhnya itu bisa dilihat dari percepatan dalam mereaksikan, apabila cepat mereaksikan pada proses uji tollens maka hasil yang didapat juga cepat dan mendapat hasil yang sempurna karena dia dipercepat dalam mereaksikan. Namun jika diperlmbat maka hasilnya tetap terdapat cermin perak namun harus membutuhkan waktu yang lama untuk melihat hasilnya.
BalasHapusBaiklah perkenalkan saya
BalasHapusNama: Erina Shafura
Nim: A1C119068
Izin menjawab pertanyaan no 1
Kita dapat mengetahui apakah uji tollens dengan aldehid bernilai positif atau negatif dengan cara Ketika senyawa X (yaitu benzaldehida) direaksi dengan pereaksi Tollens, dimana terbentuk endapan cermin perak k maka senyawa yang digunakan bernilai positif untuk gugus aldehida. Sedangkan jika senyawa x yang digunakan setelah direaksikan tidak membentuk endapan cermin perak maka bernilai negatif.