Minggu, 16 Mei 2021

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK 

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

VIII. DATA PENGAMATAN

Prosedur

Fungsi Alat Dan Bahan

Tujuan Prosedur

Hasil

Di masukkan 25 mL larutan ditizon dalam klorofom

Alat

1.            Corong pisah : sebagai tempat untuk mengekstrak

 

2.            Corong : sebagai masuk larutan

 

 

3.            Statif dan klem : tempat meletakkan corong pisah

 

4.            Erlenmeyer : meletakkan hasil ekstrak

 

 

5.            Gelas kimia : wadah hasil ekstrak

 

6.            Spectrometer : menghitung absorbsinya

 

 

7.            Kuvat : bahan tempat untuk spectrometer

 

 

 Untuk mengekstrak sampel

Sampel masuk kedalam corng pisah

Di masukkan campuran 10 mL larutan kobalt ( II ) dan 15 mL larutan penyaga

Untuk mengekstrak sampel

campuran larutan masuk kedalam corong pisah

Di tutup corong pisah dan diambil dari tempatnya

agar tidak terjadi penguapan

Corong pisah tertutup

Di kocok dengan posisi corong pisah menyamping

Agar sampel yang ada di dalam corong pisah terekstrak

Sampel tergunjang di dalam corong pisah

Di buka kerannya beberapa kali untuk mengurangi tekanan dalam corong pisah

Untuk mengurangi tekanan yang terjadi

Tekanan keluar dari corong pisah

Di tunggu beberapa saat sampai fasanya terpisah sempurna

Agar fasa terpisah secara sempurna

Terbentuk 2 lapisan, biru di bawah dan bening diatas

Di buka tutup bagian atas

Untuk mengurangi tekanan

Untuk mengurangi tekanan dalam corong pisah

Di buka keran untuk mengeluarkan fasa organic

Bahan

1. campuran larutan baku kobalt ( II ) dan Larutan penyangga pH : 7 : 7,5 : 8 : 9  :

 

: bahan yang akan di ekstrak

 

2. Larutan Ditizon dalam klorofom : pelarut organik

 

Untuk mengekstrak sampel dan memisahkannya

Ekstraksi pelarut senyawa organic dapat di pisahkan

Di pisahkan secara perlahan

Agar fasa organiknya tidak tergabung

Lapisan 1 berwarna biru di dapat

Di ambil larutan fasa organiknya

Untuk di lakukan perhitungan

Fasa organic dalam campuran dapat di pisahkan

Diulangi menggunakan larutan penyangga yang berbeda

Untuk mengetahui % nya dengan beberapa larutan pnyangga

Mendapatkan fasa organic dengan menggunakan pH yang berbeda beda

Fasa organic yang dapat diukur absorbsinya menggunakan spektrofotometer dan diatur panjang gelombangnya di angka 540 nm

Untuk mengukur absorbsinya

Spectrometer sudah sia[ digunakan

Di masukkan larutan blanko ke dalam kuvet dengan memegang di bagian sisi kuvet yang kasar

Untuk menyiapkan kuvet yang akan di masukkan kedalam spektrometer

Larutan sudah masuk kedalam kuvat

Di masukkan kuvet kedalam spectrometer dengan arah yang benar ( sisi kasar di samping )

Untuk mengukur absorbsinya

Kuvat sudah masuk ke dalam spektromter

Di dapat transmitansinya lakukan pengukuran untuk fasa organic

 

 

Untuk mengetahui transmitansinya

Diperoleh lah pengukuran dari beberapa pH larutan penyangga

IX. Pembahasan

Pada video yang sudah diamati yakni larutan kobalt dan penyangga di masukkan ke dalam corong pisah yang sudah berisi ditizon dalam klorofom, dimana corong pisah berfungsi  memisahkan fasa organic dengan cara sedikit demi sedikit membuka corong pisah dan di ambil senyawa organiknya.

Pada percobaan ini ekstraksi yang digunakan adalah ekstraksi cair-cair (ekstraksi pelarut). Ekstraksi merupakan proses pemisahan berdasarkan perbedaan kelarutan. Ekstraksi menyangkut distribusi suatu zat terlarut (solute) diantara dua fasa cair yang tidak saling bercampur. Teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan secara cepat dan bersih, baik untuk zat organik ataupun anorganik, untuk analiss makro maupun mikro. Ekstraksi terbagi menjadi dua yaitu ekstraksi padat-cair dan ekstraksi cair-cair.

Ekstraksi cair-cair merupakan pemisahan komponen kimia diantara dua fasa pelarut yang tidak saling bercampur dimana sebagian komponen larut pada fasa pertama dan sebagian pelarut pada fasa kedua, lalu kedua fasa yang mengandung zat terdispersi dikocok, lalu didiamkan sampai terjadi pemisahan sempurna dan terbentuk dua lapisan fasa cair, dan komponen kimia akan terpisah dalam kedua fasa tersebut sesuai dengan tingkat kepolarannya dengan perbandingan konsentrasi yang tetap.

Pengamatan selanjutnya, yaitu ekstraksi kobalt (II) yang di campur dengan larutan penyangga dengan ditizone pelarut organik (kloroform) untuk 1 ekstraksi. Mula-mula 25 mL ditizone dalam klorofom pelarut organik CHCl3­ ­(kloroform). dimasukkan ke dalam corong pisah dan ditambahkan 10 mL kobalt dan 15 mL larutan penyangga  Dilakukan penggocokan larutan yang terdapat dalam corong pisah. Tujuan dilakukan pengocokan adalah agar larutan kobalt (II)larutan penyangga dengan kloroform menjadi homogen dan agar kobalt mampu terdistribusi dalam CHCl­3 dan ditizone. Dilakukan pengocokan dan didiamkan selama beberapa menit agar molekul-molekul dalam komponen larutan menjadi stabil hingga terbentuk dua lapisan yaitu lapisan air dan lapisan kloroform. lapisan bawah adalah kloroform fasa organiknya

Terbentuknya dua lapisan menunjukkan bahwa kloroform dan kobalt tidak saling bercampur. Kloroform berada pada lapisan bawah karena memiliki massa jenis yang lebih besar daripada kobalt dan pada lapisan atas didapatkanwarna bening namun sedikit kebiruan. Kebiru biruan ini menunjukkan bahwa dalam pelarut air telah ada campuran kobalt ( II) dan larutan penyangga yang terdistribusi di dalamnya begitupun pada pelarut organik kloroform.

 

X. pertanyaan

1.      Apakah penggoncangan dalam video tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir percobaan, jelaskan ?

2.      Bagaimana menurut saudara jika kita tidak menggoncang corong pisah ?

3.      Apa hasil akhir dari video yang sudah di amati ?

 

XII. Kesimpulan

 

1.      Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan satu atau beberapa zat yang dapat larut dari suatu kumpulan / kesatuannya yang tidak bisa larut dengan bantuan bahan pelarut

2.      Ekstraksi memisahkan klorofom ( fasa organic ) dalam pelarutnya .

 

XII. Daftar Pustaka

 

Hamzah, 2015, Jenis jenis ekstraksi http://duniagalery.blogspot.com/2015/06/jenis-jenis-ekstraksi-lengkap.html Diakses pada tanggal 16 mei 2021.

Ilo, 2011, Ekstraksi http://chemistry35.blogspot.com/2011/04/ekstraksi-pengertian-prinsip-kerja.html Diakses pada tanggal 16 mei 2021.

Johnes, 2016, Ekstraksi, http://farmasiindustri1.blogspot.com/2016/01/ekstraksi.html Diakses pada tanggal 16 mei 2021.

Lab, 2015, Ekstraksi http://teklab02.blogspot.com/2015/09/ekstraksi.html Diakses pada tanggal 16 mei 2021.

Lansida, 2010, Ekstraksi bahan alam, http://lansida.blogspot.com/2010/07/ekstraksi-bahan-alam.html Diakses pada tanggal 16 mei 2021.

JURNAL 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                      EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK 

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I  Judul                       :   Ekstraksi pada senyawa- senyawa organik

II  Hari, Tanggal          :   Senin, 17 Mei 2021

III  Tujuan                    :  

1.      Dapat mengetahui cara ekstraksi pelarut

2.      Dapat terampil dalam melakukan ekstraksi

IV  Landasan Teori

Ekstraksi adalah proses pemisahan zat berdasarkan perbedaan kelarutan zat dalam dua cairan tidak larut yang berbeda (biasanya air dan pelarut organik lainnya). Hasil ekstraksi adalah ekstrak. Ekstrak adalah sediaan yang diperoleh dengan menggunakan pelarut yang sesuai untuk mengekstraksi senyawa aktif dari tumbuhan atau hewan, kemudian menguapkan semua atau hampir semua pelarut, dan mengolah sisa bahan atau serbuk dengan cara yang memenuhi persyaratan standar yang telah ditentukan. (Johnes, 2016)

Tujuan ekstraksi adalah untuk mengekstrak semua komponen kimia yang terkandung di dalam sederhana. Ekstraksi berikut didasarkan pada perpindahan massa komponen padat yang ke dalam suatu pelarut, di mana terjadi perpindahan pada lapisan antarmuka dan kemudian berdifusi ke dalam pelarut. (Ilo, 2011)

Menurut (Hamzah, 2015), proses ekstraksi (pemisahan) itu sendiri terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan sumber dan bahan yang akan dipisahkan. Secara garis besar, ada dua macam pemisahan.

1. Ekstraksi padat-cair (leaching) adalah proses pemisahan zat cair dari zat padat dengan menggunakan zat cair sebagai pelarutnya.

2. Ekstraksi cairan-cairan merupakan suatu proses pemisahan zat cair dari suatu larutan yang mana menggunakan suatu zat cair sebagai pelarut.

Menurut ( Lansida, 2010 ) Untuk melakukan sebuah estraksi pelarut harus memiliki syarat, syarat syarat pelarut yang digunakan tersebut yaitu :

  • Selektif
  • Ramah lingkungan
  • Stabil secara fisik dan kimia
  • Ekonomis
  • Keamanan

Menurut (Lab, 2015), ekstraksi merupakan suatu teknik pemisahan yang dapat menghilangkan suatu komponen suatu campuran dari suatu zat padat atau cair dengan bantuan suatu pelarut.

Ada dua jenis ekstraksi, yaitu:

1. Ekstraksi cair-cair (ekstraksi cair)

Cairan diekstraksi dengan pelarut cair. Digunakan untuk memisahkan dua cairan yang bercampur satu sama lain dengan menggunakan pelarut yang melarutkan satu zat di dalam campuran

2. Ekstraksi padat-cair (ekstraksi / pencucian fase padat)

Padatan diekstraksi dengan pelarut cair. Digunakan untuk melarutkan zat terlarut dari campuran padat yang tidak larut. Ekstraksi padat adalah campuran padatan / cair dari padatan. Persyaratan pelarut dalam ekstraksi dapat melarutkan komponen yang diperlukan, tetapi tidak dapat dicampur.

 

 

V. Alat dan bahan

5.1   Alat                                                     

1.            Corong pisah

2.            Corong

3.            Statif dan klem

4.            Erlenmeyer

5.            Gelas kimia

6.            Spectrometer

7.            kuvat

5.2   Bahan

1. larutan baku kobalt ( II )

2. Larutan Ditizon dalam klorofom

3. Larutan penyangga pH : 7 : 7,5 : 8 : 9

 

 

VI.    PROSEDUR KERJA

 Corong pisah

·         Di masukkan 25 mL larutan ditizon dalam klorofom

·         Di masukkan campuran 10 mL larutan kobalt ( II ) dan 15 mL larutan penyaga

·         Di tutup corong pisah dan diambil dari tempatnya

·         Di kocok dengan posisi corong pisah menyamping

·         Di buka kerannya beberapa kali untuk mengurangi tekanan dalam corong pisah

·         Di tunggu beberapa saat sampai fasanya terpisah sempurna

·         Di buka tutup bagian atas

·         Di buka keran untuk mengeluarkan fasa organic

·         Di pisahkan secara perlahan

·         Di ambil larutan fasa organiknya

·         Diulangi menggunakan larutan penyangga yang berbeda

·         Fasa organic yang dapat diukur absorbsinya menggunakan spektrofotometer

·         Di atur panjang gelombangnya di angka 540 nm

·         Di masukkan larutan blanko ke dalam kuvet dengan memegang di bagian sisi kuvet yang kasar

·         Lalu di masukkan kuvet kedalam spectrometer dengan arah yang benar ( sisi kasar di samping )

·         Setelah di dapat transmitansinya lakukan pengukuran untuk fasa organic

Hasil pengamatan

 

Untuk lebih jelasnya mengenai Ekstraksi pada senyawa- senyawa organic dapat melihat video berikut  :  

Ekstraksi pada senyawa- senyawa organic : https://youtu.be/zGzB3FH1nOA  

Permasalahan :

1.      Di dalam video panjang gelombang di aur 540 nm apa fungsinya dan kenapa perlu di atur ?

2.      Mengapa corong pisah harus di goncang menyamping ?

3.      Apakah berpengaruh pada percobaan jika tekanan pada corong pisah tidak di buang ?


LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...