MANIPULASI ALAT-ALAT PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII. Data Pengamatan
VII.I Ekstraksi
daun kunyit dengan metode perkolasi sederhana
|
No |
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Dihilangkan
tangkai daun kunyit terlebih dahulu |
Alat :
|
Untuk mempermudah
ekstrak daun kunyit, maka daun kunyit tersebut harus dipisahkan terlebih
dahulu dari batangnya. |
Dihasilkan
daun kunyit tanpa
tangkai daun yang akan diekstrak dengan metode perkolasi sederhana |
|
2 |
Dipotong / diiris
daun kunyit secara tipis agar mudah kering |
Untuk mempermudah
proses
ekstraksi daun kunyit |
Dihasikan daun kunyit yang sudah terpotong dan
teriris halus sehingga memudahkan dalam proses ekstraksi |
|
|
3 |
Daun yang telah
dipotong/diiris kecil kecil, dikeringkan
beberapa hari sampai benar benar kering |
3. Panci berfungsi sebagai wadah untuk memanaskan
hasil ekstrak daun kunyit 4. Gelas kaca berfungsi sebagai wadah untuk
menampung hasil ekstrak daun kunyit untuk dilakukan pemanasan secara tidak
langsung 5. Termometer berfungsi untuk mengukur suhu
pemanasan yaitu suhu dari titik didih pelarut etanol yang digunakan. |
Untuk menjaga kestabilan senyawa pada daun kunyit yang akan diekstaksi |
Dihasilkan daun
kunyit yang sudah kering
dan siap untuk
diekstraksi |
|
4 |
Disiapkan alat
perkulator sederhana dengan menggunakan botol
plastik bekas yang dibagi menjadi dua
bagian |
Untuk mempermudah proses ektraski perkolasi dengan menggunakan botol plastik bekas sebagai alat perkulator sederhana |
Dihasilkan alat
perkulator sederhana untuk
perkolasi sederhana |
|
|
5 |
Daun yang telah
kering kemudian dimasukkan kedalam wadah
yang telah disediakan kemudian daun yang telah
dimasukkan kedalam wadah ditekan ke dalam
wadah |
Untuk mempermudah proses ektrasksi dan memastikan daun kunyit dalam wadah rapat dan hancur |
Daun kunyit yang
telah siap diekstrak |
|
|
6 |
Ditambahkan etanol
70% sebanyak 250 ml Kedalam daun
kering secara perlahan lahan dan ditunggu
sampai larutan etanol yang ada diatas daun
sampai benar benar habis |
Bahan :
|
etanol 70% sebagai pelarut atau cairan penyari untuk mengekstraksi daun kunyit |
Daun kunyit mulai diekstraksi
secara perlahan |
|
7 |
Hasil ekstrak
dari daun kunyit kemudian dimasukkan ke
dalam gelas kaca lalu dimasukkan
kembali ke dalam panci yang berisi air yang
telah didihkan, kemudian ditunggu hingga
temperatur mencapai titik didih pelarut dan
diukur dengan termometer |
Pemanasan secara tidak langgung untuk memekatkan hasil ekstraksi dan memastikan senyawa yang terdapat dalam hasil ekstrak tetap murni dan tidak terurai. Penggunaan suhu tiitk didih pelarut untuk menguapkan larutan etanol 70% yang digunakan sehingga hanya tersisa hasil ekstrak daun kunyit murni saja |
Diperoleh hasil
ekstraksi daun kunyit
murni. |
VII. II Ekstraksi Kulit Batang Kina Dengan Metode
Perkolasi
|
No |
Prosedur kerja |
Fungsi Alat & Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Disiapkan
rangkaian alat perkulator |
Alat
:
|
Untuk tempat melakukan
ektraksi perkulasi |
Perkulator
siap untuk digunakan |
|
2 |
Dihaluskan
kulit batang kina hingga
berbentuk serbuk lalu ditimbang |
3.
Statif berfungsi sebagai tempat untuk
meletakkan alat perkulator 4.
Gelas beker berfungsi untuk merendam
simplisia 5.
Sendok berfungsi untuk mengaduk simplisa |
Untuk mempermudah proses ekstraksi batang kina |
Dihasikan
serbuk batang
kina |
|
3 |
Dimasukkan
serbuk simplisia ke dalam
gelas beker |
Untuk
melakukan perendaman |
Simplisia
siap untuk Dilakukan perendaman |
|
|
4 |
Ditambahkan
pelarut etanol 96% ke
dalam gelas beker perlahan hingga
semua terlarut sambil diaduk |
Untuk
merendam sari batang kina |
Serbuk
batang kina terendapkan |
|
|
5 |
Diamkan
kurang lebih 1 jam |
Untuk
memastikan senyawa penting
dalam batang kina terekstraksi |
Serbuk
batang kina terendap
dengan sempurna |
|
|
6 |
Dimasukkan
rendaman simplisia ke
dalam alat perkulator sedikit demi
sedikit |
Bahan
:
|
Untuk
mulai melakukan ekstraksi
perkulasi |
Serbuk
batang kina siap untuk
diekstraksi |
|
7 |
Dibilas simplisia yang
melekat pada
alat perkulator dan ditunggu hingga
semua mengendap |
Untuk
memastikan semua serbuk
batang kina berada dalam
alat perkulator |
Serbuk
batang kina siap untuk
diekstraksi |
|
|
8 |
Dibuka
kran hingga ekstrak menetes
perlahan ke dalam Erlenmeyer |
Untuk
mengambil hasil ekstraksi
batang kina |
Hasil
ekstraksi berada dalam
gelas beker |
|
|
9 |
Dimasukkan
kertas saring pada bagian atas
simplisia saat pelarut hampir habis |
Untuk
memastikan sari batang
kina tidak turun ke
dalam gelas beker |
Sari
batang kina tertahan pada
kertas saring |
|
|
10 |
Ditutup
kran perkulator dan dimasukkan pelarut
lagi dan diamkan 24 jam |
Untuk
menghentikan proses
ektraksi tahap pertama |
Diperoleh
hasil ekstraksi tahap
pertama |
VIII.
Pembahasan
Perkolasi
merupakan suatu metode penyarian dilakukan dengan cara mengalirkan cairan
penyari melalui sampel ataupun serbuk simplisia yang sebelumnya telah dibasahi.
Yang berperan dalam perkolasi adalah gaya berat, difusi, osmosa, adesi, daya
kapiler, kekentalan, daya larut, tegangan permukaan, dan daya geseran (friksi). Cara ataupun metode
perkolasi lebih baik dibandingkan metode maserasi hal ini di karena aliran
cairan penyari disebabkan adanya pergantian larutan pada percobaan larutan yang
konsentrasinya lebih rendah, hal ini meningkatkan derajat perbedaan
konsentrasi. Selanjutnya ruangan di antara serbuk-serbuk simplisia membentuk suatu
saluran tempat mengalir cairan penyari. Disebabkan kecilnya saluran kapiler
tersebut, kecepatan pelarut tersebut cukup untuk mengurangi lapisan batas,
sehingga bisa meningkatkan suatu perbedaan konsentrasi
Kriteria yang dapat
dilihat apabila alat peraga praktikum dikatakan baik dapat di lihat atau juga di perhatikan
untuk menilai baik dan buruknya suatu inovasi alat peraga praktikum, yaitu: sumber
atau bahan yang di perolehan, dampak bagi lingkungan, aplikasi konsep atau tujuan, dampak
bagi kesehatan, resiko yang ditimbulkan, kemudahan cara dari alat, efisiensi
waktu, dan estetika kenyamanan pengguna.
Dari video yang telah
diamati, dapat dilihat bahwa dalam ketika ektraksi dilakukan menggunakan metode
perkolasi hal ini bisa dilakukan modifikasi alat perkulator dengan alat
sederhana, yaitu bisa menggunakan botol plastik bekas yang di gunakan sebagai
alat perkolator sederhanatersebut, dengan cara membagi dua botol plastik bekas,
selanjutnya di beri lubang pada tutup botol agar hasil dari suatu ektraksi
dapat keluar atau juga menetes ke dalam bagian bawah botol yang dibuat untuk wadah
penampung hasil dari ekstraksi yang menggantikan alat praktikum erlenmeyer pada
alat perkulator yang standar. Dalam metode khususnya metode perkolasi,
simplisia atau yang kita sebut adalah
sampel yang digunakan dapat berbentuk serbuk pada perkolasi standar digunakan serbuk batang kina atau potongan tipis, dan pada modifikasi
perkollasi sederhana menggunakan daun kunyit. Manfaat dari modifikasi alat
perkulator ini bisa digunakan dalam kehidupan sehari – hari yang bisa untuk
melakukan ekstraksi.
IX. Pertanyaan
1. Mengapa
pada percobaan perkolasi yang standar ada penambahan pelarut kedua?
2. Bagaimana
jika tidak dilakukan 24 jam pada percobaan apa yang terjadi, jelaaskan ?
3. Apa
fungsi dari penambahan pelarut kedua, sementara ada sekat kertas saring pada
larutan simplisia yang pertama?
X.
Kesimpulan
1. Setelah
melakukan percobaan, praktikan dapat mengetahui bahwasanya alat alat labor dapat
di manipulasi menggunakan alat alat yang sederhana
2. Alat
manipulasi sederhana dapat digunakan untuk melakukan praktikum hanya saja
ketelitian dan keakuratan dari alat manipulasi tersebut belum tepat dari alat
standarnya
XI. Daftar Pustaka
Atun, Sri. 2008 Metode isolasi dan identifikasi
struktur senyawa organic bahan alam, Jurnal
Konservasi Cagar Budaya Borobudur, Vol 8, No 2
Fitriana, Etha Nur. 2013 Karakterisasi Pektin Dengan
Memanfaatkan Limbah Kulit Pisang Menggunakan Metode Ekstraksi, Jurnal Konversi, Vol 2 No. 1
Leba, maria. 2017 ekstraksi dan real kromatografi, sleman : deepublish
Paulina. 2019, farmastika ,jawa tengah : lakaisha
Saputra, suroto hadi.
2020 mikroemulsi ekstrak bawang tawai
sleman : deepublish

Baiklah perkenalkan nama saya Adith Andrizal dengan Nim A1C119065 akan menjawab pertanyaan no 2. Jika tidak dilakukan selama 24 jam kemungkinan terjadi pada kran dihidupkan endapan akan ikut terbawa sehingga hasil yang diinginkan tidak sesui
BalasHapusBaiklah saya sindi permata sari dengan Nim A1C19064 ingin menjawab pertanyaan feby no 1 fungsi nya adalah agar penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplppia yang telah dibasah itu memperoleh hasil yang sesuai
BalasHapusBaiklah perkenalkan saya
BalasHapusNama: Erina Shafura
Nim: A1C119068
Izin menjawab pertanyaan no. 3
Adapun tujuan dalam penambahan pelarut kedua yaitu supaya memperoleh estrak daun kunyit yang murni tanpa adanya kandungan zat lain didalamnya. Selain itu Untuk menghentikan proses ektraksi tahap pertama, sehingga memperoleh hasil ekstraksi pertama