Minggu, 07 Maret 2021

Laporan percobaan 3- Manipulasi alat-alat paktikum kimia organik

                             MANIPULASI ALAT-ALAT PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VII. Data Pengamatan

VII.I Ekstraksi daun kunyit dengan metode perkolasi sederhana

No

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1

Dihilangkan tangkai daun kunyit terlebih dahulu

Alat :

  1. Pisau  berfungsi untuk menghilangkan tangkai daun kunyit, memberi lubang pada tutup botol plastik dan membelah botol plastik menjadi dua agar untuk alat perkulator sederhaan.
  2. Botol pelastik berfungsi sebagai alat perkulator sederhana atau pengganti dari alat perkolator standar

Untuk mempermudah ekstrak daun kunyit, maka daun kunyit tersebut harus dipisahkan terlebih dahulu dari batangnya.

Dihasilkan daun kunyit tanpa tangkai daun yang akan diekstrak dengan metode perkolasi sederhana

2

Dipotong / diiris daun kunyit secara tipis agar mudah kering

Untuk mempermudah proses ekstraksi daun kunyit

Dihasikan daun kunyit yang sudah terpotong dan teriris halus sehingga memudahkan dalam proses ekstraksi

3

Daun yang telah dipotong/diiris kecil kecil,

dikeringkan beberapa hari sampai benar benar

kering

3. Panci berfungsi sebagai wadah untuk memanaskan hasil ekstrak daun kunyit

4. Gelas kaca berfungsi sebagai wadah untuk menampung hasil ekstrak daun kunyit untuk dilakukan pemanasan secara tidak langsung

5. Termometer berfungsi untuk mengukur suhu pemanasan yaitu suhu dari titik didih pelarut etanol yang digunakan.

Untuk menjaga kestabilan

senyawa pada daun kunyit

yang akan diekstaksi

Dihasilkan daun kunyit

yang sudah kering dan

siap untuk diekstraksi

4

Disiapkan alat perkulator sederhana dengan

menggunakan botol plastik bekas yang dibagi

menjadi dua bagian

Untuk mempermudah

proses ektraski perkolasi

dengan menggunakan

botol plastik bekas sebagai

alat perkulator sederhana

Dihasilkan alat perkulator

sederhana untuk perkolasi

sederhana

5

Daun yang telah kering kemudian dimasukkan

kedalam wadah yang telah disediakan kemudian

daun yang telah dimasukkan kedalam wadah

ditekan ke dalam wadah

Untuk mempermudah

proses ektrasksi dan

memastikan daun kunyit

dalam wadah rapat dan

hancur

Daun kunyit yang telah

siap diekstrak

6

Ditambahkan etanol 70% sebanyak 250 ml

Kedalam daun kering secara perlahan lahan

dan ditunggu sampai larutan etanol yang ada

diatas daun sampai benar benar habis

Bahan :

  1. Daun kunyit berfungsi sebagai sampel yang akan diesktraksi
  2. Etanol 70 % berfungsi sebagai pelarut atau cairan penyari dalam proses ektraksi
  3. Air berfungsi untuk memanaskan hasil ekstrak secara tidak langsung

etanol 70% sebagai

pelarut atau cairan penyari

untuk mengekstraksi daun

kunyit

Daun kunyit mulai

diekstraksi secara

perlahan

7

Hasil ekstrak dari daun kunyit kemudian

dimasukkan ke dalam gelas kaca lalu

dimasukkan kembali ke dalam panci yang

berisi air yang telah didihkan, kemudian

ditunggu hingga temperatur mencapai titik

didih pelarut dan diukur dengan termometer

Pemanasan secara tidak

langgung untuk

memekatkan hasil

ekstraksi dan memastikan

senyawa yang terdapat

dalam hasil ekstrak tetap

murni dan tidak terurai.

Penggunaan suhu tiitk

didih pelarut untuk

menguapkan larutan

etanol 70% yang

digunakan sehingga hanya

tersisa hasil ekstrak daun

kunyit murni saja

Diperoleh hasil ekstraksi

daun kunyit murni.

 

 

VII. II Ekstraksi Kulit Batang Kina Dengan Metode Perkolasi

No

Prosedur kerja

Fungsi Alat & Bahan

Tujuan

Hasil

1

Disiapkan rangkaian alat

perkulator

Alat :

  1. Perkulator berfungsi sebagai alat perkulasi standar
  2. Erlenmeyer berfungsi untuk menampung hasil ekstraksi

Untuk tempat

melakukan ektraksi

perkulasi

Perkulator siap untuk

digunakan

2

Dihaluskan kulit batang kina

hingga berbentuk serbuk lalu

ditimbang

3.    Statif berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan alat perkulator

4.   Gelas beker berfungsi untuk merendam simplisia

5. Sendok berfungsi untuk mengaduk simplisa

Untuk mempermudah proses

ekstraksi batang kina

Dihasikan serbuk

batang kina

3

Dimasukkan serbuk simplisia ke

dalam gelas beker

Untuk melakukan perendaman

Simplisia siap untuk

Dilakukan

perendaman

4

Ditambahkan pelarut etanol 96%

ke dalam gelas beker perlahan

hingga semua terlarut sambil

diaduk

Untuk merendam sari batang

kina

Serbuk batang kina

terendapkan

5

Diamkan kurang lebih 1 jam

Untuk memastikan senyawa

penting dalam batang kina

terekstraksi

Serbuk batang kina

terendap dengan

sempurna

6

Dimasukkan rendaman simplisia

ke dalam alat perkulator sedikit

demi sedikit

Bahan :

  1. Batang kina berfungsi sebagai simplisia
  2. Etanol 96% berfungsi sebagai pelarut atau cairan penyari

Untuk mulai melakukan

ekstraksi perkulasi

Serbuk batang kina siap

untuk diekstraksi

7

Dibilas simplisia yang melekat

pada alat perkulator dan ditunggu

hingga semua mengendap

Untuk memastikan semua

serbuk batang kina berada

dalam alat perkulator

Serbuk batang kina siap

untuk diekstraksi

8

Dibuka kran hingga ekstrak

menetes perlahan ke dalam

Erlenmeyer

Untuk mengambil hasil

ekstraksi batang kina

Hasil ekstraksi berada

dalam gelas beker

9

Dimasukkan kertas saring pada bagian

atas simplisia saat pelarut hampir habis

Untuk memastikan sari

batang kina tidak turun

ke dalam gelas beker

Sari batang kina tertahan

pada kertas saring

10

Ditutup kran perkulator dan dimasukkan

pelarut lagi dan diamkan 24 jam

Untuk menghentikan

proses ektraksi tahap

pertama

Diperoleh hasil ekstraksi

tahap pertama

 

VIII. Pembahasan

            Perkolasi merupakan suatu metode penyarian dilakukan dengan cara mengalirkan cairan penyari melalui sampel ataupun serbuk simplisia yang sebelumnya telah dibasahi. Yang berperan dalam perkolasi adalah gaya berat, difusi, osmosa, adesi, daya kapiler, kekentalan, daya larut, tegangan permukaan,  dan daya geseran (friksi). Cara ataupun metode perkolasi lebih baik dibandingkan metode maserasi hal ini di karena aliran cairan penyari disebabkan adanya pergantian larutan pada percobaan larutan yang konsentrasinya lebih rendah, hal ini meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi. Selanjutnya ruangan di antara serbuk-serbuk simplisia membentuk suatu saluran tempat mengalir cairan penyari. Disebabkan kecilnya saluran kapiler tersebut, kecepatan pelarut tersebut cukup untuk mengurangi lapisan batas, sehingga bisa meningkatkan suatu perbedaan konsentrasi

Kriteria yang dapat dilihat apabila alat peraga praktikum dikatakan  baik dapat di lihat atau juga di perhatikan untuk menilai baik dan buruknya suatu inovasi alat peraga praktikum, yaitu: sumber atau bahan yang di perolehan, dampak bagi  lingkungan, aplikasi konsep atau tujuan, dampak bagi kesehatan, resiko yang ditimbulkan, kemudahan cara dari alat, efisiensi waktu, dan estetika kenyamanan pengguna.

Dari video yang telah diamati, dapat dilihat bahwa dalam ketika ektraksi dilakukan menggunakan metode perkolasi hal ini bisa dilakukan modifikasi alat perkulator dengan alat sederhana, yaitu bisa menggunakan botol plastik bekas yang di gunakan sebagai alat perkolator sederhanatersebut, dengan cara membagi dua botol plastik bekas, selanjutnya di beri lubang pada tutup botol agar hasil dari suatu ektraksi dapat keluar atau juga menetes ke dalam bagian bawah botol yang dibuat untuk wadah penampung hasil dari ekstraksi yang menggantikan alat praktikum erlenmeyer pada alat perkulator yang standar. Dalam metode khususnya metode perkolasi, simplisia  atau yang kita sebut adalah sampel yang digunakan dapat berbentuk serbuk pada perkolasi standar  digunakan serbuk batang kina  atau potongan tipis, dan pada modifikasi perkollasi sederhana menggunakan daun kunyit. Manfaat dari modifikasi alat perkulator ini bisa digunakan dalam kehidupan sehari – hari yang bisa untuk melakukan ekstraksi.

                                                                                                   

IX. Pertanyaan

1.      Mengapa pada percobaan perkolasi yang standar ada penambahan pelarut kedua?

2.      Bagaimana jika tidak dilakukan 24 jam pada percobaan apa yang terjadi, jelaaskan ?

3.      Apa fungsi dari penambahan pelarut kedua, sementara ada sekat kertas saring pada larutan simplisia yang pertama?

 

X. Kesimpulan

1.      Setelah melakukan percobaan, praktikan dapat mengetahui bahwasanya alat alat labor dapat di manipulasi menggunakan alat alat yang sederhana

2.      Alat manipulasi sederhana dapat digunakan untuk melakukan praktikum hanya saja ketelitian dan keakuratan dari alat manipulasi tersebut belum tepat dari alat standarnya

 

 

XI. Daftar Pustaka                                       

Atun, Sri. 2008 Metode isolasi dan identifikasi struktur senyawa organic bahan alam, Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, Vol 8, No 2

Fitriana, Etha Nur. 2013 Karakterisasi Pektin Dengan Memanfaatkan Limbah Kulit Pisang Menggunakan Metode Ekstraksi, Jurnal Konversi, Vol 2 No. 1

Leba, maria. 2017 ekstraksi dan real kromatografi, sleman : deepublish

Paulina. 2019, farmastika ,jawa tengah : lakaisha

Saputra, suroto hadi. 2020 mikroemulsi ekstrak bawang tawai sleman : deepublish



3 komentar:

  1. Baiklah perkenalkan nama saya Adith Andrizal dengan Nim A1C119065 akan menjawab pertanyaan no 2. Jika tidak dilakukan selama 24 jam kemungkinan terjadi pada kran dihidupkan endapan akan ikut terbawa sehingga hasil yang diinginkan tidak sesui

    BalasHapus
  2. Baiklah saya sindi permata sari dengan Nim A1C19064 ingin menjawab pertanyaan feby no 1 fungsi nya adalah agar penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplppia yang telah dibasah itu memperoleh hasil yang sesuai

    BalasHapus
  3. Baiklah perkenalkan saya
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Izin menjawab pertanyaan no. 3
    Adapun tujuan dalam penambahan pelarut kedua yaitu supaya memperoleh estrak daun kunyit yang murni tanpa adanya kandungan zat lain didalamnya. Selain itu Untuk menghentikan proses ektraksi tahap pertama, sehingga memperoleh hasil ekstraksi pertama

    BalasHapus

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...