Sabtu, 10 April 2021

LAPORAN 7 _ REAKSI-REAKSI KETON

                                                        REAKSI-REAKSI KETON

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VIII. DATA PENGAMATAN

No

Perlakuan

Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil Pengamatan

1

Ditungan sedikit keton dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan beberapa tetes larutan sodium nitroprusside

 Alat :

 Tabung reasksi : Tempat untuk mereaksikan zat

 

Pipet tetes : Pipet Tetes: Pipet tetes adalah untuk meneteskan cairan yang akan digunakan

 

Statif : sebagai penjepit tabung reaksi pada proses pencampuran larutan

 

 Bahan :

Keton :  sebagai sampel yang digunakan

 

Sodium Nitroprusside: pelarut sampel untuk identifikasi keton

 

 Untuk mengidentifikasi reaksi keton

 Diperoleh hasil larutan  berwarna putih keruh dengan endapan berwarna merah

2

Ditambahkan 2 sampai 3 tetes larutan natrium hidroksida kemudian diaduk

Ntrium hidroksida: pelarut sampel

Untuk melihat reaksi dan perubahan yang dihasilkan oleh natrium hidroksida dan keton

Larutan berubah menjadi kuning keruh yang menandakan adanya keton

3

Dituang keton kedalam tabung reaksi dan ditiambahakan entropi metadine lalu diguncang

Alat :

 Tabung reasksi : Tempat untuk mereaksikan zat

 

Pipet tetes : Pipet Tetes: Pipet tetes adalah untuk meneteskan cairan yang akan digunakan

 

Statif : sebagai penjepit tabung reaksi pada proses pencampuran larutan

 

Bahan :

Keton :  sebagai sampel yang digunakan

 

Entropi metadine: pelarut sampel untuk identifikasi keton

 

Untuk melihat reaksi dan perubahan yang dihasilkan oleh entropi metadine dan keton

 Diperoleh hasil  larutan berwarna kuning keruh

4

Ditambahakan beberapa tetes natrium hidroksida kemudian diguncang

Natrium hidroksida: pelarut sampel

Untuk melihat reaksi dan perubahan pada entropi metadine dan keton setelah diberikan natrium hidroksida

 Keton bereaksi dengan natrium hidroksida dan diperoleh warna larutan berubah menjadi ungu dan endapan ungu dibawah tabung reaksi

 

 

IX. PEMBAHASAN

Pada percobaan ini menggunakan Uji Iodoform adalah salah satu bentuk terhalogenasi yang membentuk kristal berwarna kuning, agak larut dalam air. Umumnya haloform dibuat dari senyawa metil keton atau dari senyawa yang menghasilkan senyawa tersebut saat teroksidasi. Saat bereaksi dengan yodium dalam larutan NaOH, metil keton akan menghasilkan endapan iodoform berwarna kuning.

Dalam pembahasan ini, diasumsikan bahwa reagen yang kita gunakan adalah larutan iodium dan natrium hidroksida. Langkah pertama melibatkan penggantian ketiga atom hidrogen dalam gugus metil dengan atom yodium. Keberadaan ion hidroksida sangat penting untuk terjadinya reaksi, dan ion ini berpartisipasi dalam mekanisme reaksi.

Percobaan dalam video adalah uji iodoform, yaitu reaksi iodoform yang merupakan reaksi spesifik terhadap senyawa yang mengandung gugus metil keton. Gugus metil metil keton diiodinasi dalam kondisi basa untuk membentuk iodoform padat berwarna kuning. Metil keton yang digunakan dalam percobaan ini adalah aseton, yang bereaksi dengan iodium dalam kondisi basa membentuk iodoform. Kemudian lanjutkan ke proses rekristalisasi.

Dalam percobaan ini, aseton diencerkan dengan air. Ini karena aseton mudah menguap di daerah tropis. Tambahkan air untuk mencegah aseton menguap. NaCl berfungsi sebagai suasana basa. Dalam percobaan ini, setelah iodoform menyelesaikan reaksi, sejumlah air harus segera ditambahkan, karena jika iodoform melengkapi reaksi, berarti telah terbentuk kristal iodoform. Tujuan penambahan air secepatnya adalah untuk menyelesaikan reaksi dan membuat kristal yang didapat bagus.

Faktor yang dapat menyebabkan kegagalan adalah terlalu banyak atau terlalu banyak NaOh yang ditambahkan. Penambahan NaOh harus tepat, karena jika jumlah yang ditambahkan terlalu kecil, akibatnya kristal yang terbentuk lebih sedikit. Pada saat yang sama, iodoform terlalu banyak atau berlebihan dapat dilarutkan dalam NaOh. Dan pengadukan dalam percobaan ini adalah untuk mengoimogenkan larutan

Berdasarkan dua pengujian yang telah ditentukan, diperoleh kesimpulan bahwa kedua pengujian tersebut menunjukkan adanya senyawa organik keton, pada pengujian 1 warna larutan berubah menjadi kuning keruh, sedangkan pada pengujian 2 hasil larut benda menjadi kuning. Solusinya ungu.

X. PERTANYAAN

1.      Apakah berpengaruh jika kita melebihkan dan mengkurangkan penambahan NaOH ?

2.      Bagaimana jika kita tidak melakukkan penggoncangan pada prcobaan ini ?

3.      Apakah mempengaruhi hasil akhir jika kita mengurangkan larutan sampelnya ?

XI. KESIMPULAN

1.      Keton adalah asam yang diproduksi ketika tubuh mulai membakar lemak untuk energi, bukan untuk karbohidrat (atau glukosa). Ketoasidosis diabetik terjadi ketika Anda memproduksi insulin yang tidak mencukupi bagi sel untuk menyerap glukosa (sumber energi utama).

2.       Reaksi reaksi pada keton :

1. Reaksi Adisi Keton dengan H2

2. Reaksi Keton dengan HCN

3. Reaksi Adisi Keton dengan NaHSO3

4. Reaksi Keton dengan Amonia

 

XII. DAFTAR PUSTAKA

Chintia, mahanani, 2015, identifikasi aldehid dan keton http://vanilachintiamahanani. blogspot.com/2015/06/identifikasi-aldehid-dan-keton.html, ( diakses pada tanggal 3 April 2021 )

Dewi, Eniya Listiani, 2007, SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN ELEKTROLIT POLIETER-ETER KETON TERSULFONASI, Jurnal Sains Materi Indonesia Indonesian Journal of Materials Science Vol. 8, No 1.

Itatrie, 2012, aldehid dan keton http://itatrie.blogspot.com/2012/10/laporan-kimia-dasar-ii-aldehida-dan.html, ( diakses pada tanggal 3 April 2021 )

Latifah, imas, 2018, Korelasi Glukosa Dan Keton Darah Pada Pasien Unit Gawat Darurat Dan Rawat Inap Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rsau Dr. Esnawan Antariksa Jakarta, Jurnal Ilmiah Kesehatan , Vol 10  No (2)

Yosel, 2017, Reaksi Reaksi pada Hidrokarbon, https://yoeselynwangi.blogspot.com /2017/07/reaksi-reaksi-pada-hidrokarbon.html. Diakses pada tanggal 20  Maret 2021

 

 

3 komentar:

  1. Baiklah saya Elseria Afriyanti Togatorop (A1C119071) akan menjawab pertanyaan no 1
    sangat berpengaruh jika kita melebihkan dan mengkurangkan penambahan NaOH,dikarenakan Faktor yang dapat menyebabkan kegagalan adalah terlalu banyak atau terlalu sedikitnya NaOH yang ditambahkan. Penambahan NaOh harus tepat, karena jika jumlah yang ditambahkan terlalu kecil, akibatnya kristal yang terbentuk lebih sedikit. Pada saat yang sama, iodoform terlalu banyak atau berlebihan dapat dilarutkan dalam NaOH

    BalasHapus
  2. baiklah saya Putri Mayang Sari (A1C119056) akan menjawab pertanyaan no.2 yakni apabila kita tidak melakukan pengoncangan pada larutan tersebut bisa jadi larutan tidak akan langsung bereaksi karena membutuhkan waktu, karena sebenarnya tujuan dari pengoncangan agar molekl molekul tersebut dapat berinteraksi satu sama lainnya

    BalasHapus
  3. Perkenalkan nama saya Gustina Romarti fajrin (A1C119053) akan menjawab pertanyaann no 3.

    Tentu akan memengaruhi hasil akhir jika kita mengurangi jumlah sampel yang akan direaksikan. Hal yang terjadi bisa seperti latutan akhir yang konsentrasinya lebkh kecil atau terbentuk 2 fasa atau sebaliknya

    BalasHapus

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...