EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I Judul : Ekstraksi pada senyawa- senyawa organik
II Hari, Tanggal : Senin, 17 Mei 2021
III Tujuan :
1. Dapat mengetahui cara ekstraksi pelarut
2. Dapat terampil dalam melakukan ekstraksi
IV Landasan Teori
Ekstraksi adalah proses pemisahan zat berdasarkan perbedaan kelarutan zat dalam dua cairan tidak larut yang berbeda (biasanya air dan pelarut organik lainnya). Hasil ekstraksi adalah ekstrak. Ekstrak adalah sediaan yang diperoleh dengan menggunakan pelarut yang sesuai untuk mengekstraksi senyawa aktif dari tumbuhan atau hewan, kemudian menguapkan semua atau hampir semua pelarut, dan mengolah sisa bahan atau serbuk dengan cara yang memenuhi persyaratan standar yang telah ditentukan. (Johnes, 2016)
Tujuan ekstraksi adalah untuk mengekstrak semua komponen kimia yang terkandung di dalam sederhana. Ekstraksi berikut didasarkan pada perpindahan massa komponen padat yang ke dalam suatu pelarut, di mana terjadi perpindahan pada lapisan antarmuka dan kemudian berdifusi ke dalam pelarut. (Ilo, 2011)
Menurut (Hamzah, 2015), proses ekstraksi (pemisahan) itu sendiri terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan sumber dan bahan yang akan dipisahkan. Secara garis besar, ada dua macam pemisahan.
1. Ekstraksi padat-cair (leaching) adalah proses pemisahan zat cair dari zat padat dengan menggunakan zat cair sebagai pelarutnya.
2. Ekstraksi cairan-cairan merupakan suatu proses pemisahan zat cair dari suatu larutan yang mana menggunakan suatu zat cair sebagai pelarut.
Menurut ( Lansida, 2010 ) Untuk melakukan sebuah estraksi pelarut harus memiliki syarat, syarat syarat pelarut yang digunakan tersebut yaitu :
- Selektif
- Ramah lingkungan
- Stabil secara fisik dan kimia
- Ekonomis
- Keamanan
Menurut (Lab, 2015), ekstraksi merupakan suatu teknik pemisahan yang dapat menghilangkan suatu komponen suatu campuran dari suatu zat padat atau cair dengan bantuan suatu pelarut.
Ada dua jenis ekstraksi, yaitu:
1. Ekstraksi cair-cair (ekstraksi cair)
Cairan diekstraksi dengan pelarut cair. Digunakan untuk memisahkan dua cairan yang bercampur satu sama lain dengan menggunakan pelarut yang melarutkan satu zat di dalam campuran
2. Ekstraksi padat-cair (ekstraksi / pencucian fase padat)
Padatan diekstraksi dengan pelarut cair. Digunakan untuk melarutkan zat terlarut dari campuran padat yang tidak larut. Ekstraksi padat adalah campuran padatan / cair dari padatan. Persyaratan pelarut dalam ekstraksi dapat melarutkan komponen yang diperlukan, tetapi tidak dapat dicampur.
V. Alat dan bahan
5.1 Alat
1. Corong pisah
2. Corong
3. Statif dan klem
4. Erlenmeyer
5. Gelas kimia
6. Spectrometer
7. kuvat
5.2 Bahan
1. larutan baku kobalt ( II )
2. Larutan Ditizon dalam klorofom
3. Larutan penyangga pH : 7 : 7,5 : 8 : 9
VI. PROSEDUR KERJA
Corong pisah
· Di masukkan 25 mL larutan ditizon dalam klorofom
· Di masukkan campuran 10 mL larutan kobalt ( II ) dan 15 mL larutan penyaga
· Di tutup corong pisah dan diambil dari tempatnya
· Di kocok dengan posisi corong pisah menyamping
· Di buka kerannya beberapa kali untuk mengurangi tekanan dalam corong pisah
· Di tunggu beberapa saat sampai fasanya terpisah sempurna
· Di buka tutup bagian atas
· Di buka keran untuk mengeluarkan fasa organic
· Di pisahkan secara perlahan
· Di ambil larutan fasa organiknya
· Diulangi menggunakan larutan penyangga yang berbeda
· Fasa organic yang dapat diukur absorbsinya menggunakan spektrofotometer
· Di atur panjang gelombangnya di angka 540 nm
· Di masukkan larutan blanko ke dalam kuvet dengan memegang di bagian sisi kuvet yang kasar
· Lalu di masukkan kuvet kedalam spectrometer dengan arah yang benar ( sisi kasar di samping )
· Setelah di dapat transmitansinya lakukan pengukuran untuk fasa organic
Hasil pengamatan
Untuk lebih jelasnya mengenai Ekstraksi pada senyawa- senyawa organic dapat melihat video berikut :
Ekstraksi pada senyawa- senyawa organic : https://youtu.be/zGzB3FH1nOA
Permasalahan :
1. Di dalam video panjang gelombang di aur 540 nm apa fungsinya dan kenapa perlu di atur ?
2. Mengapa corong pisah harus di goncang menyamping ?
3. Apakah berpengaruh pada percobaan jika tekanan pada corong pisah tidak di buang ?

Baiklah Saya Sindi Permata Sari, Dengan NIM A1C119064, ingin menjawab pertanyaan feby no 2, fungsi dari pengocokan disamping ini adalah agar larutan tersebut dapat tercampur dan dapat memisahkan senyawa tersebut dan juga untuk mengoncangkannya itu harus sesuai dengan arah jarum jam agar hasil yang diperoleh sesui
BalasHapusBaiklah, saya Suci Rohana Putri Tambunan (A1C119050), akan menjawab pertanyaan no.3
BalasHapusBerpengaruh, karena apabila tidak dikurangi tekanannya maka sampel tidak akan terekstrak dengan sempurna
Baiklah perkenalkan saya
BalasHapusNama: Erina Shafura
Nim: A1C119068
Izin menjawab pertanyaan no. 1
Adapun tujuan dilakukannya pengaturan terhadap panjang gelombang spektrofotometer yaitu untuk menyiapkan alat tersebut supaya digunakan untuk mengukur absorbsinya