Kamis, 25 Februari 2021

Jurnal Percobaan 3 - Manipulasi alat-alat praktikum kimia organik

                                 MANIPULASI ALAT-ALAT PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

  I  Judul                         :   Manipulasi alat-alat praktikum kimia organik

 II  Hari, Tanggal          :   Senin, 1 Maret 2021

III  Tujuan                      :   1. Untuk mengetahui cara memanipulasi alat alat praktikum kimia organik

2. Untuk mengetahui apakah alat praktikum yang di buat secara sederhana bisa gunakan untuk melakukan praktikum

IV  Landasan Teori

Ekstraksi merupakan bentuk proses pemisahan dimana menggunakan bahan cair ataupun padat, dan dibantu oleh pelarut. Pelarut yang dipakai bisa mengekstrak substansi yang diharapkan tanpa harus melarutkan material-material yang lainnya. Ekstraksi sendiri adalah dimana proses pemisahan bahan dari  bahan campurannya. Ekstraksi membutuhkan pelarut, dimana pelarut berdasarkan pada kelarutan komponen ke komponen lain di dalam campuran nya ( Fitriana 2013 )

Perkolasi ini adalah merupakan suatu proses, yaitu dimana proses ekstraksi pada pelarut ini dialirkan atau mengalirinya melalui perkolator yang kemudian diisi dengan bahan yang akan di ekstrak atau yang serbuk, bahan atau sampelnya, selanjutnya ekstraknya akan keluar melalui keran sedikit sedikit. Secara keseluruhan suatu proses perkolasi ini dilakukannya dengan temperature yaitu pada temperatur ruang. (Atun, 2014)

Ada beberapa macam bentuk percolator. Dimana perkolator tersebut ada 3 macam diantaranya berbentuk corong, perkolator berbentuk tabung,  serta perkolator berbentuk paruh, Penggunakan atau fungsi perkolator berhubungan dengan jenis serbuk simplisia yang akan di ekstrak. ( Saputra , 2020)

Perkolasi adalah bagian jenis ekstraksi dimana ada padat dan juga cair,  dengan caranya mengalirkan pelarut tersebut dengan perlahan pada sampel yang ada di dalam suatu perlokator. Ekstraksi pada jenis ini, pelarut yang digunakan akan ditambaha dengan terus menerus, sampai proses ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut yang baru lagi. ( Leba, 2017)

Menurut ( Paulina, 2019 ) yang perlu di perhatikan disaat melakukan ekstraksi dengan metode perkolasi adalah :

1.      Di siapkan terlebih dahulu simplisia: da di perhatikan derajat kehalusannya.

2.      Di lelembapkan atau di basahi seluruhnya dengan cairan penyari: atau yang disebut dengan maseras pertama.

3.      Selanjutnya memilih Jenis perkolator yang cocok untuk digunakan dalam percobaan dan mempersiapkannya.

4.      Diperhatikan cara cara untuk memasukkan ke dalam perkolator serta lamanya dimaserasi di dalam perkolator: atau yang disebut dengan maserasi kedua.

5.      Di teliti dan di atur, pengaturan pada penetesan cairan yang akan keluar dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

                                                 

V  Alat dan Bahan               

5.1  Alat

       1. Perkolator                   

       2. Erlenmeyer            

       3. Statif                            

       4. gelas kimia                  

       5. Sendok                       

6. kertas saring            

7. gunting                      

8. panci                           

9. thermometer        

10. baskom                      

11. botol bekas ( percolator sederhana )

5.2 Bahan

       1. Alkohol 96 %

       2. Kulit batang kina (serbuk) 100 gram

       3. air mineral

       4. gula

       5. pelarut etanol

       6. daun kunyit

       7. alkohol 70 %

VI  Prosedur Kerja

      6.1  Ekstraksi metode perkolasi (standar)

                  Gelas kimia

           ð Dimasukkan simplisia kina serbuk kedalam gelas kimia untuk dilakukan perendaman

        ð Di masukkan etanol 96 % sampai simplisia basah

        ð Ditunggu sampai 1 jam

     Perkolator

        ð Di masukan keperkolator

        ð Dimasukkan lagi pelarut etanol

        ð Ditunggu sampai simplisia mengendap

        ð Dikeluarkan sari sari nya dan ditampung oleh Erlenmeyer

        ð Diletakan kertas saring ke dalam percolator

        ð Dimasukkan lagi pelarut kedalam percolator

        ð Ditunggu sampai 24 jam

        ð Dilakukan berulang kali sampai warna jernih

                  Hasil Pengamatan

6.2  Ekstraksi metode perkolasi (sederhana)

 

                  Baskom

        ð Dipotong tipis tipis daun kunyit

        ð Dikeringkan beberapa hari

        ð Dipotong dibagian tengah botol kertas

     Percolator sederhana

        ð Dimasukkan daun kering tadi pada botol bekas bagian atas yang sudah

     dipotong

        ð Dimasukkan alkohol 250 ml kedalam perkulator sederhana

        ð Diletakkan botol bagian atas tadi ke botol bagian bawah untuk proses

      ekstraksi

        ð Dituangkan sari yang sudah di ekstak tadi ke dalam gelas

     Panci

        ð Dimasukkan kedalam panci yang sudah diisi dengan air didih

        ð Diukur suhunya dengan thermometer setelah sampai titik didih pelarut

        ð Ditunggu sampai pelarut menguap semua

   Hasil Pengamatan

 

Untuk lebih jelasnya mengenai manipulasi alat alat praktikum kimia organik anda dapat melihat video

berikut  :

Standar : https://www.youtube.com/watch?v=APXzp5sSilo

Sederhana : https://youtu.be/4Xfn6azz51Q

Permasalahan :

1.      Menurut anda apakah alat perkolator sederhana yang digunakan benar benar bisa melakukan fungsinya layaknya percolator standar ?

2.      Menurut anda bisakah percolator sederhana ini digunakan untuk praktikum di laboraturium ?

3.      Pada percolator sederhana tidak ada proses pegendapan, menurut anda kenapa hal ini bisa terjadi ?

 

 

Laporan Percobaan 2 - Penentuan Kelas Kelarutan

PENENTUAN KELAS KELARUTAN

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


 

VII. Data Pengamatan

NO

PROSEDUR

FUNGSI ALAT DAN BAHAN

TUJUAN PROSEDUR

HASIL

1

Masukkan Gula ke dalam gelas I sebanyak 2 sendok teh ke dalam air panas, lalu di aduk

Gelas 1  : sebagai tempat atau wadah untuk air panas

 

Sendok teh : mengambil 2 sendok gula dan memasukkan kedalam gelas I yang berisi air panas

 

Sendok makan : mengaduk gula agar cepat larut

 

Stopwatch : untuk menghitung waktu

 

Air panas : sebagai pelarut

 

gula : berfungsi sebagai bahan yang akan dilarutkan

 

Untuk Mengetahui Seberapa Cepat Zat padat tersebut larut dalam air panas

Gula dapat larut dalam air selama 30 detik

2

Masukkan Gula ke dalam gelas II sebanyak 2 sendok teh ke dalam air Dingin, lalu di aduk

Gelas 2  : sebagai tempat atau wadah untuk air dingin

 

Sendok teh : mengambil 2 sendok gula dan memasukkan kedalam gelas II yang berisi air dingin

 

Sendok makan : mengaduk gula agar cepat larut

 

Stopwatch : untuk menghitung waktu

 

Air dingin : sebagai pelarut

 

gula : berfungsi sebagai bahan yang akan dilarutkan

 

Untuk Mengetahui Seberapa Cepat Zat padat tersebut larut dalam air dingin

Gula dapat larut dalam air selama 1 menit

3

Masukkan Gula ke dalam gelas III sebanyak 2 sendok teh ke dalam air Mineral, lalu diaduk

Gelas 3  : sebagai tempat atau wadah untuk air mineral

 

Sendok teh : mengambil 2 sendok gula dan memasukkan kedalam gelas III yang berisi air mineral

 

Sendok makan : mengaduk gula agar cepat larut

 

Stopwatch : untuk menghitung waktu

 

Air mineral : sebagai pelarut

 

gula : berfungsi sebagai bahan yang akan dilarutkan

 

Untuk Mengetahui Seberapa Cepat Zat padat tersebut larut dalam air  mineral

Gula dapat larut dalam air selama 1 menit , 4 Detik

 

VIII. Pembahasan

Dari video yang telah di lakukan pada praktikan kita dapat melihat bahwa pada gelas 1,2 dan 3 berisikan dengan air yang berbeda beda yaitu air panas air dingin serta air mineral, dimana pada percobaan pertama, dimana air yang digunakan adalah air panas, gula tersebut dapat larut dalam air selama 30 detik, selanjutnya pada prosedur kedua yang berisi air dingin, gula tersebut dapat larut dalam air selama 1 menit, yang ketiga air mineral, gula tersebut dapat larut dalam air selama 1 menit , 4 Detik.

Didalam video yang sebagai referensi, dapat dilihat air panas lebih cepat melarutkan gula  dari pada air dingin dan juga air biasa, sedangkan air dingin lebih cepat melarutkan gula dari pada air biasa, hal ini dipengaruhi oleh Suhu, suhu yang tinggi membuat menjadi  proses percepat, atau berlangsungnya pelarutan secara cepat. Hal ini disebabkan pada suhu tinggi kemungkinan yang terjadi pada tumbukan antar zat padat lebih sering, selain itu ada beberapa factor yang mempengaruhi gula larut dalam air

 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu :

·         suhu. Semakin tinggi suhu semakin cepat larut.

·         Luas permukaan semakin besar permukaan zat maka akan semakin larut

·         Volume zat semakin besar volume pelarut maka akan mempercepat kelarutan

 

Semua faktor dalam kelarutan gula dalam air saling berhubungan. Baik suhu permukaan zat dan juga volume karena ketika Suhu yang panas dapat mempercepat larutnya zat terlarut tersebut. Pelarut yang memiliki suhu yang lebih tinggi membuat lebih cepat melarutkan zat terlarut dari pada  pelarut yang memiliki suhu lebih rendah. sewaktu pemanasan dilaksanakan, partikel yang ada pada suhu tinggi akan bergerak lebih cepat dari pada yang memiliki suhu rendah. Mengakibatkan, kontak yang dimiliki zat terlarut dengan zat pelarut menjadi lebih efektif. Menyebabkan zat terlarut akan mudah larut pada suhu tinggi. Ukuran yang dimiliki zat terlarut, suatu zat terlarut yang memilki ukuran kecil (serbuk) lebih mudah melarut daripada zat terlarut yang berukuran lebih besar. Volume pelarut, voleme pelarut juga mempengaruhi volume yang besar akan lebih akan mudah melarutkan zat terlarut. Pengadukan suatu pengadukan menyebabkan partikel-partikel yang dimilkisuatu zat terlarut dan juga pelarut akan semakin sering untuk bertabrakan. Ini lah yang menjadi alasan proses pelarutan menjadi semakin cepat.

 

IX. Pertanyaan

1.         1.      Apakah mempengaruhi hasil akhir jika yang kita menggunakan gelas plasrik daripada gelas kaca ?

2.      Mengapa pada video yang telah di amati, air dingin lebih cepat melarutkan gula dari pada air mineral, jelaaskan ?

3.      Apakah banyaknya gula di dalam air mempengaruhi kecepatan kelarutan ? 

X. Kesimpulan

1.      Suhu mempengaruhi kelarutan gula dalam air dikarenkan suhu yang tinggi membuat menjadi  proses percepat, atau berlangsungnya pelarutan secara cepat. Hal ini disebabkan pada suhu tinggi kemungkinan yang terjadi pada tumbukan antar zat padat lebih sering, selain itu ada beberapa factor yang mempengaruhi gula larut dalam air

2.      Suhu yang panas dapat mempercepat larutnya zat terlarut tersebut. Pelarut yang memiliki suhu yang lebih tinggi membuat lebih cepat melarutkan zat terlarut daripada  pelarut yang memiliki suhu lebih rendah. sewaktu pemanasan dilaksanakan, partikel yang ada pada suhu tinggi akan bergerak lebih cepat dari pada yang memiliki suhu rendah. Mengakibatkan, kontak yang dimiliki zat terlarut dengan zat pelarut menjadi lebih efektif. Menyebabkan zat terlarut akan mudah larut pada suhu tinggi.

 

                                                                 

XI. Daftar Pustaka                                       

 

Chang, Raymond. 2004.  kimia dasar jilid 2.  Jakarta : Erlangga

Hendriani, Rini. 2008. Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Farmaka Suplemen. Vol 14. No 2.

Keenan, CW. 2006. Kimia untuk Universitas Jilid 2. Erlangga : Jakarta.

Tahir, I            qmal. 2002. Quantitative Relationships Between Molecular Structure And Melting Point Of Several Organic Compounds.  Indonesian Journal of Chemistry. Vol 2. No 2.

Tim Kimia Organik. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. Jambi: Universitas Jambi

Minggu, 21 Februari 2021

Jurnal Percobaan 2- Penentuan kelas kelarutan

  PENENTUAN KELAS KELARUTAN

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021




PERCOBAAN 2

  I  Judul                         :   Penentuan Kelas Kelarutan

 II  Hari, Tanggal           :   Senin, 22  Febuari 2021

III  Tujuan                      :   1. Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap larutan

   2. Untuk mengetahui kelarutan gula didalam air mineral, biasa, dan panas.

IV  Landasan Teori

Didalam senyawa mempunyai sifat yang berdeda, tentunya juga di setiap senyawa organik memiliki sifat kelarutan yang khas, seperti jenis pelarut serta jumlah kelarutannya. Sifat kelarutan ini akan membantu memperkecil atau bisa di sebut mempersempit ruang gerak analisis  maupun secara kimia atau juga  spektroskopis (Tim Kimia Organik I, 2021).

Kelarutan adalah untuk menyebutkan jumlah maksimum suatu zat yang bisa larut dalam sejumlah zat pelarut tertentu atau larutan. Suatu kelarutan berhubungan dengan jenis zat terlarut. Serta suatu larutan disebut kalur apabila suatu zat di campurkan dengan suatu zat yang ,lain ketika suatu zat  dicampurkan akan menjadi satu atau homogen, maksudnya solute atau terlarut, larut dalam solven atau pelarut secara homogen. Kelarutan juga menggunakan secara kuantitatif untuk menyatakan komposisi dari larutan tersebut  (Keenan, 2006)

Kelarutan adalah dimana keadaan suatu senyawa baik padat, serta cair, ataupun gas yang terlarut dalam  suatu padatan, cairan, dan juga gas yang akan menghasilkan suatu larutan homogen. Kelarutan berhubungan juga pada pelarut yang dipakai serta suhu dan juga tekanan. Kelarutan juga memiliki peranan penting di bidang, terutama bidang farmasi Di dalam bidang, khusus nya bidang farmasi untuk menentukan konsentrasi nya dan akan dicapai pada sirkulasi sistemik serta mengciptakan respon farmakologi (Hendriani, 2008)  Pada dasarnya, data titik leleh dari 388 senyawa organik yang berperan dan berfungsi konstribusi tipe gugus kimia, Titik leleh adalah salah satu sifat fisik yangsangat  penting untuk mengetahui karakterisasi suatu senyawa. sifat fisik senyawa contohnya adalah titik didih, titik leleh, sifat lipofilitas serta kerapatan telah banyak dilaporkan berupa analisis dalam kegunaannya yaitu dengan mengenakan deskriptor geometri, parameter sterik serta struktur elektronik dari molekul. ( Tahir, 2002 )

Suhu mempengaruhi suatu Kelarutan perlu di Ingat lagi bahwa kelarutan merupakan sesuatu atau sebagai jumlah maksimum zat terlarut tersebut yang nanti akan melarut dalam sejumlah tertentu pelarut pada suhu tertentu. Kebanyakan suatu zat, suhu sangat mempengaruhi kelarutan. ( Chang, 2005)


V  Alat dan Bahan               

5.1  Alat

       1. Sendok                                     1  buah

       2. gelas kaca                     3 buah

       3. toples                            1 buah

       4. sendok the                    1 buah

       5. Stopwatch

 

5.2 Bahan

       1. air panas

       2. air dingin

       3. air mineral

       4. gula


VI  Prosedur Kerja

      Penentuan Kelas Kelarutan

             1) Kelarutan dalam air

                  Gelas I

ð Dimasukkan gula 2 sendok teh ke dalam gelas I ( yang berisi air panas )

ð Di aduk sampai larut

ð Dihitung menggunakan stopwatch

ð Di catat pada menit keberapa gula larut dalam air tersebut

                  Hasil Pengamatan

 

                  Gelas II

ð Dimasukkan gula 2 sendok teh ke dalam gelas II ( yang berisi air dingin )

ð Di aduk sampai larut

ð Dihitung menggunakan stopwatch

ð Di catat pada menit keberapa gula larut dalam air tersebut

                  Hasil Pengamatan

 

                  Gelas III

ð Dimasukkan gula 2 sendok teh  ke gelas III ( yang berisi air mineral)

ð Di aduk sampai larut

ð Dihitung menggunakan stopwatch

ð Di catat pada menit keberapa gula larut dalam air tersebut

                  Hasil Pengamatan

Untuk lebih jelasnya mengenai penentuan kelas kelarutan anda dapat melihat video

berikut  :

https://youtu.be/Yz_Sk419yPk

Permasalahan :

1.      Apa yang terjadi jika pada uji kelarutan dalam air, tidak di lakukan  pengadukkan secara  kuat kuat ?

2.      Apakah banyaknya air untuk melarutkan gula dapat mempengaruhi hasil akhir, atau ada faktor lain yang mempengaruhi ?

3.      Jika kita ganti gula dengan senyawa lain, bagaimana estimasi waktunya apakah berbeda senyawa gula dengan senyawa lain, jelaskan !

 


LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...