MANIPULASI ALAT-ALAT PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I
Judul : Manipulasi
alat-alat praktikum kimia organik
II
Hari, Tanggal : Senin, 1 Maret 2021
III Tujuan : 1.
Untuk mengetahui cara memanipulasi alat alat praktikum kimia organik
2.
Untuk mengetahui apakah alat praktikum yang di buat secara sederhana bisa
gunakan untuk melakukan praktikum
IV Landasan Teori
Ekstraksi merupakan
bentuk proses pemisahan dimana menggunakan bahan cair ataupun padat, dan
dibantu oleh pelarut. Pelarut yang dipakai bisa mengekstrak substansi yang
diharapkan tanpa harus melarutkan material-material yang lainnya. Ekstraksi
sendiri adalah dimana proses pemisahan bahan dari bahan campurannya. Ekstraksi membutuhkan pelarut,
dimana pelarut berdasarkan pada kelarutan komponen ke komponen lain di dalam
campuran nya ( Fitriana 2013 )
Perkolasi ini adalah merupakan
suatu proses, yaitu dimana proses ekstraksi pada pelarut ini dialirkan atau mengalirinya melalui
perkolator yang kemudian diisi dengan bahan yang akan di ekstrak atau yang serbuk, bahan atau
sampelnya, selanjutnya ekstraknya akan keluar melalui keran sedikit sedikit.
Secara keseluruhan suatu proses perkolasi ini dilakukannya dengan temperature yaitu
pada temperatur ruang. (Atun, 2014)
Ada beberapa macam
bentuk percolator. Dimana perkolator tersebut ada 3 macam diantaranya berbentuk
corong, perkolator berbentuk tabung, serta perkolator berbentuk paruh, Penggunakan atau
fungsi perkolator berhubungan dengan jenis serbuk simplisia yang akan di
ekstrak. ( Saputra , 2020)
Perkolasi adalah
bagian jenis ekstraksi dimana ada padat dan juga cair, dengan caranya mengalirkan pelarut tersebut
dengan perlahan pada sampel yang ada di dalam suatu perlokator. Ekstraksi pada jenis
ini, pelarut yang digunakan akan ditambaha dengan terus menerus, sampai proses
ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut yang baru lagi. ( Leba, 2017)
Menurut ( Paulina,
2019 ) yang perlu di perhatikan disaat melakukan ekstraksi dengan metode
perkolasi adalah :
1.
Di
siapkan terlebih dahulu simplisia: da di perhatikan derajat kehalusannya.
2.
Di
lelembapkan atau di basahi seluruhnya dengan cairan penyari: atau yang disebut
dengan maseras pertama.
3.
Selanjutnya
memilih Jenis perkolator yang cocok untuk digunakan dalam percobaan dan
mempersiapkannya.
4.
Diperhatikan
cara cara untuk memasukkan ke dalam perkolator serta lamanya dimaserasi di
dalam perkolator: atau yang disebut dengan maserasi kedua.
5.
Di
teliti dan di atur, pengaturan pada penetesan cairan yang akan keluar dalam
jangka waktu yang telah ditentukan.
V
Alat dan Bahan
5.1 Alat
1.
Perkolator
2. Erlenmeyer
3. Statif
4. gelas kimia
5. Sendok
6. kertas saring
7. gunting
8. panci
9. thermometer
10. baskom
11. botol bekas ( percolator
sederhana )
5.2 Bahan
1. Alkohol 96 %
2. Kulit batang kina (serbuk) 100 gram
3. air mineral
4. gula
5. pelarut etanol
6. daun kunyit
7. alkohol 70 %
VI Prosedur Kerja
6.1
Ekstraksi metode perkolasi (standar)
Gelas kimia
ð Dimasukkan simplisia kina serbuk kedalam gelas kimia untuk dilakukan perendaman
ð
Di
masukkan etanol 96 % sampai simplisia basah
ð
Ditunggu
sampai 1 jam
Perkolator
ð
Di
masukan keperkolator
ð
Dimasukkan
lagi pelarut etanol
ð
Ditunggu
sampai simplisia mengendap
ð
Dikeluarkan
sari sari nya dan ditampung oleh Erlenmeyer
ð
Diletakan
kertas saring ke dalam percolator
ð
Dimasukkan
lagi pelarut kedalam percolator
ð
Ditunggu
sampai 24 jam
ð
Dilakukan
berulang kali sampai warna jernih
Hasil Pengamatan
6.2 Ekstraksi metode perkolasi (sederhana)
Baskom
ð
Dipotong
tipis tipis daun kunyit
ð
Dikeringkan
beberapa hari
ð
Dipotong
dibagian tengah botol kertas
Percolator sederhana
ð
Dimasukkan
daun kering tadi pada botol bekas bagian atas yang sudah
dipotong
ð
Dimasukkan
alkohol 250 ml kedalam perkulator sederhana
ð
Diletakkan
botol bagian atas tadi ke botol bagian bawah untuk proses
ekstraksi
ð
Dituangkan
sari yang sudah di ekstak tadi ke dalam gelas
Panci
ð
Dimasukkan
kedalam panci yang sudah diisi dengan air didih
ð
Diukur
suhunya dengan thermometer setelah sampai titik didih pelarut
ð
Ditunggu
sampai pelarut menguap semua
Hasil Pengamatan
Untuk lebih jelasnya mengenai manipulasi alat alat praktikum kimia organik anda dapat melihat video
berikut :
Standar : https://www.youtube.com/watch?v=APXzp5sSilo
Sederhana : https://youtu.be/4Xfn6azz51Q
Permasalahan :
1.
Menurut
anda apakah alat perkolator sederhana yang digunakan benar benar bisa melakukan
fungsinya layaknya percolator standar ?
2.
Menurut
anda bisakah percolator sederhana ini digunakan untuk praktikum di laboraturium
?
3.
Pada
percolator sederhana tidak ada proses pegendapan, menurut anda kenapa hal ini
bisa terjadi ?
