ANALISA KUALITATIF UNSUR-UNSUR ZAT ORGANIK
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII. Data Pengamatan
|
Prosedur
|
Fungsi
Alat Dan Bahan |
Tujuan
Prosedur |
Hasil
|
|
Ditempatkan
1-2 gram serbuk CuO kering didalam cawan porselin |
· Cawan porselin :
wadah atau tempat untuk meletakkan bahan yang akan diamati · Serbuk
CuO kering 1-2 gram : sebagai bahan yang akan diamati pada percobaan ini,
untuk mengetahui apakah ada atau tidak unsur hydrogen dan karbon didalamnya |
Untuk mengamati CuO sebagai bahan
yang di jadikan objek apakah ada unsur hydrogen dan karbon |
- |
|
Dikeringkan
beberapa saat diatas pemanas bunsen |
· kasa
: rangkaian alat untu membuat pemanas dan penyangga di antara kaki tiga dan
cawan porsen · kaki
tiga : penyangga · bunsen
: wadah atau tempat untuk spirtus agar api bisa menyala |
Agar CuO kering menjadi hangat |
CuO kering menjadi hangat |
|
Dicampurkan
dengan hati-hati dengan sejumlah gula,selagi CuO hangat lebih kurang 1/10
jumlah CuO |
· sudip
: untuk mengaduk CuO diatas pemanas · gula
: bahan yang akan diamati apakah ada unsur hydrogen dan karbon |
Agar CuO dan gula tercampur
merata |
CuO dan gula tercampur merata |
|
Setelah
merata kemudian pindahkan kedalam tabung reaksi pyrex dengan dilengkapi sumbat
dan pipa pengalir gas |
· tabung
reaksi : wadah atau tempat meletakkan bahan CuO yang sudah di panaskan · sumbat
dan pipa pengalir gas : untuk menyumbat tabung reaksi dan mengalirkan kedalam
gelas kimia |
Untuk menyumbat tabung reaksi dan
mengalirkan nya kedalam gelas kimia |
- |
|
Disusun
tabung pengalir gas sehingga gas yang mengalir bisa masuk kedalam tabung yang
berisi 10ml larutan Ca(OH)2 |
· gelas
kimia : wadah atau tempat untuk meletakkan Ca(OH)2 dan mengamati apakah ada
embun atau tidak · Ca(OH)2
: bahan yang membantu apakah terjadi atau tidaknya hydrogen jika terjadi
pengembunan maka CuO kering terdapat hydrogen dan karbon. |
Menyatukan rangkaian tabung reaksi
dan pipa kapiler kedalam tgelas kimia |
- |
|
Dipanaskan
campuran dan diamati hasilnya |
· Pemanas
( kaki tiga, kasa, Bunsen dan spirtus ) : untuk membantu proses pemanasan · Penjepit
kayu : untu menjepit tabung reaksi agar tidak panas mengenai tangan |
Untuk mengetahui reaksi yang
terjadi sehingga dipanaskan diatas pemanas |
Adanya air yang mengembun
menandakan adanaya unsur karbon dan hidrogen |
VIII.
Pembahasan
Analisis kimia adalah penyelidikan kimia yang berintikan untuk mencari susunan persenyawaan serta jugamencari campuran persenyawaaan yang nanti dalam suatu sampel. Pada hakikatnya suatu
reaksi kimia adalah suatu senyawa atau molekul lain.
Dalam percobaan kali
ini yaitu analisa kualitatif yang di amati. Percobaan ini, yang pertama. kita
timbang terlebih dahulu 1-2 gram tembaga
oksida CuO kedalam cawan porselen selanjutnya dipanaskan diatas penangas, kemudian
dicampurkan dengan gula 1/10 jumlah CuO menghasilkan gula larut kedalam CuO,
kemudian dimasukkan kedalam tabung reaksi dipanaskan 1 menit. selanjutnya kita ambil 10 ml
Ca(OH)2 lalu dimasukkan kedalam tabng reaksi yang nanti kemudian di hubungkan kedua
tabung dengan pipa setelah itu dipanas kembali tabung reaksi tersebut berisi CuO. CuO
menghasilkan warna hitam tidak terlihat adanya reaksi.dan kemudian dialirkan
melalui pipa tabung yang berisi 10 ml Ca(OH)2 lalu dipanaskan, sehingga
mendapatkan hasil pengamatan yaitu terdapat uap air pada tabung dan gelembung
gas pada tabung reaksi.
Dari video yang diamati
dapat disimpulkan bahwa terbukti dan berhasil percobaan ini dan ditandai dengan
adanya air yang mengembun diatas tabung
reaksi bagian atas menandakan unsur karbon dan hydrogen
IX. Pertanyaan.
1.
Bagaimana jika tidak dipanaskan terlebih
dahulu di cawan porselen apakah mempengaruhi hasil akhir ?
2.
Jika tidak di lakukan penyumbatan
bisakah kita mengidentifiksi unsur Hydrogen dan juga karbon tersebut ?
3.
Apakah bisa kita ganti gula dengan
senyawa yang lain, jelaskan !
.
X.
Kesimpulan
Berdasarkan
percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Analisa organik kualitatif adalah pengajaran yang banyak bergerak dalam bidang identifikasi senyawa organik yang tidak diketahui (unknown). Keberhasilannya ditentukan oleh banyak faktor yang berhubungan erat dengan sifat yang khas dari masing-masing senyawa atau campurannya dan teknik atau pola kerja analisa yang sistematik. Kerja analisa dalam organik kualitatif terutama akan mencakup bidang-bidang analisa unsur, klasifikasi kelarutan dan sifat fisik, klasifikasi gugus fungsi dengan cara identifikasi sifat derivatnya.
2. H2O dapat diidentifikasi cara melihat apakah ada embun jiika melihat adanya embun, maka terdapat senyawa hydrogen. CO2 dapat diidentifikasi dengan menyatukan tabung reaksi yang berisi CuO dengan pipa kapiller ke gelas kimia,yang berisi Ca(OH)2 adanya carbon membuat larutan tersebut menjadi keruh hal ini yang akan menunjukaan Ca(OH)2.
XI. Daftar Pustaka
Hutasoit, sri rejeki. 2014 Distribusi Kandungan
Karbon Organik Total (Kot) Dan Fosfat Di Perairan Sayung, Kabupaten Demak, Jurnal Oseanografi. Vol 3, No 1.
Tim Kimia Organik.
2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik I.
Jambi: Universitas Jambi
Tim pengampu praktikum, 2020 modul praktikum kimia organik 1, Jakarta : universitas muhammadiyah
Vogel. (1985). Analisis
Anorganik Kualitatif makro dan semimikro. Jakarta: PT.Kalman Media Pusaka.
Wardiyah, 2016, Praktikum kimia dasar, Jakarta selatan : Pusdik Psdm Kesehatan

izin menjawab pertanyaan no.1 perkenalkan saya Putri Mayang Sari dengan NIM A1C119056 adapun jjika serbuk CuO tidak dipanaskan pada cawan porselen maka CuO tidak akan menjadi hangat dan akan sulit jika nanti digabungkan dengan gula.
BalasHapusizin menjawab pertanyaan no 2. perkenalakan saya SONI FITRI NABABAN NIM (A1C119097) ingin menjawab, jadi dalam menganlisis unsur hidrogen dan karbon dilakukan dengan penyumbatan dari pipa gas. Dimana hasil indikator dari analisis ini dinyatakan dengan uap gas. apabila tidak dilakukan penyumbatan mungkin yang terjadi dalam menganlisis unsur ini akan tidak terdeteksi karena gas itu akan menyebar. karena sifat gas yang mudah menyebar maka gas akan hilang sehingga tidak bisa mengetahui adanya unsur.
BalasHapusBaiklah perkenalkan
BalasHapusNama: Erina Shafura
Nim: A1C119068
Izin menjawab pertanyaan no 3.
Bisa, ini tergantung lagi dengan praktikan yang ingin menganalisis unsur apa dan menggunakan sampel yang bagaimana serta ini harus sesuai dengan indikator yang digunakan terhadap sampel. Yang mana tujuan dari analisis tersebut yaitu untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung didalam sampel.