Jumat, 19 Maret 2021

LAPORAN 5- Reaksi- Reaksi Hidrokarbon

                                                REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


VIII.   DATA PENGAMATAN

NO

Perlakuan

Alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1

Tabung 1

1.      Di ambil minyak goreng 1 ml menggunakan pipet tets

2.      Di masukkan kedalam gelas ukur

3.      Di masukkan kedalam tabung reaksi

4.      Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

5.      Digoncang tabung agar merata

6.      Di gocang selama 2 menit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alat : 

                                                                    

1.         Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

2.         Gelas ukur : untuk mtempat sampel

3.         Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

   

 Bahan

·      Minyak goring : sampel yang diamati

 

·      KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut

KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, yang ditandai dengan endapan coklat MnO2 terbentuk

2

Tabung 2

1.      Di ambil minyak jelantah  1 ml menggunakan pipet tets

2.      Di masukkan kedalam gelas ukur

3.      Di masukkan kedalam tabung reaksi

4.      Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

5.      Digoncang tabung agar merata

6.      Di gocang selama 2 menit

 

 

 

 

 

 

Alat : 

                                                                    

1.     Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

2.     Gelas ukur : untuk mtempat sampel

3.     Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

   

 Bahan

·      Minyak jelantah : sampel yang diamati

 

·      KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, yang ditandai dengan endapan coklat MnO2 terbentuk

Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut

 

3

Tabung 3

1.      Di ambil  paraffin 1 ml menggunakan pipet tets

2.      Di masukkan kedalam gelas ukur

3.      Di masukkan kedalam tabung reaksi

4.      Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

5.      Digoncang tabung agar merata

6.      Di gocang selama 2 menit

 Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut

Alat : 

                                                                    

1.    Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

2.    Gelas ukur : untuk mtempat sampel

3.    Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

 

 Bahan

·      Paraffin  : sampel yang diamati

 

·      KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

 

KMnO4 tidak bereaksi dengan hidrokarbon jenuh, yang ditandai tidak berubahnya warna dan tetap berwarna ungu tua

4

Tabung 4

1.      Di ambil pertalite 1 ml menggunakan pipet tets

2.      Di masukkan kedalam gelas ukur

3.      Di masukkan kedalam tabung reaksi

4.      Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

5.      Digoncang tabung agar merata

6.      Di gocang selama 2 menit

Alat : 

                                                                    

1.      Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

2.      Gelas ukur : untuk mtempat sampel

3.      Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

   

 Bahan

·         pertalite : sampel yang diamati

 

·         KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut

KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, yang ditandai dengan endapan coklat MnO2 terbentuk

5

 

 

 

Tabung 5

1.      Diambil naftalen lalu dihaluskan menggunakan lumping dan alu

2.      Di ambil naftalen 1 ml menggunakan pipet tets

3.      Di masukkan kedalam gelas ukur

4.      Di masukkan kedalam tabung reaksi

5.      Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goreng

6.      Digoncang tabung agar merata

7.      Di gocang selama 2 menit

 

 

Alat : 

                                                                    

1.    Pipet tetes : mengambil sampel untuk dimasukkan kedalam gelas ukur

2.    Gelas ukur : untuk mtempat sampel

3.    Tabung reaksi dan rak : tempat sampel saat di reaksikan dengan KMnO4

 

 Bahan

·      Minyak goring : sampel yang diamati

 

·      KMnO4 : oksidator kuat yang membantu jalannya reaksi

 

Untuk mengamati reaksi dari senyawa hidrokarbon tersebut

KMnO4 tidak bereaksi dengan hidrokarbon aromatik, yang ditandai tidak berubahnya warna dan tetap berwarna ungu tua

 

 

 

IX.   Pembahasan

Pada percobaan ini setelah di lakukan percobaan seperti yang dijelaskan dalam prosedur kerja, dan amati pada setiap tahap. Pertama, isi 1ml larutan yang akan diuji tabung reaksi dengan larutan yang berbeda. Setiap tabung reaksi diisi dengan 5 tetes larutan KMnO4. Setelahdi lakukan pengocokan untuk mengidentifikasi reaksi reaksi hidrokarbon tersebut, Reaksi dengan Kalium Permanganat (KMnO4) Kalium permanganat adalah oksidan, yang dapat bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, tetapi tidak dengan alkana atau aromatik. Larutan KMnO4 yang diencerkan berwarna ungu tua, jika tidak ada reaksi, tidak akan berubah. Ketika KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, endapan coklat MnO2 terbentuk.

Kalium permanganat adalah bahan kimia anorganik. Rumus kimia senyawa ini adalah KMnO4, yaitu garam yang mengandung ion K + dan MnO-4. Senyawa tersebut merupakan oksidan kuat. Ini larut dalam air dan menghasilkan larutan merah muda atau ungu yang kuat, yang menguap dan meninggalkan kristal prismatik ungu-hitam larutan ini dapat membantu jalannya reaksi hidrokarbon dengan uji baeyer. Uji Baeyer merupakan uji yang menunjukkan reaktivitas hidrokarbon terhadap oksidan KmnO4 (katalis). Ketika warna ungu KMnO4 hilang dalam campuran, terjadi reaksi oksidasi, dan hilangnya warna ungu disebabkan oleh reaksi ion KMnO4 dengan bahan yang kan di uji menghasilkan endapan coklat etilen glikol atau glikol dan MNO2. Minyak dan pertalite merupakan uji Baeyer atau larutan positif hidrokarbon tak jenuh, sedangkan parafin jenuh dan naftalen aromatik.

X.   Pertanyaan

1.      Apakah penggoncangan setelah diteteskan larutan KMnO4 berpengaruh, bagaimana jika tidak di goncang ?

2.      Mengapa waktu penggoncangan harus dilaukan 2 menit ?

3.      Adakah senyawa lain selain dari video yang dapat di identifikasi, sebutkan dan dengan cara apa kita mengidentifikasinya ?

XI.   Kesimpulan

1.      Alkana sifat-sifat alkana: hidrogen jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya maksimal) disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung) sukar bereaksi bentuk alkana dengan rantai C1-C4 pada suhu kamar adalah gas, C4-C17 pada suhu adalah cair dan >C18 pada suhu kamar adalah padat titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah dan bila jumlah atom C sama maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah mudah larut dalam pelarut non polar massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi)

Alkena sifat-sifat alkena: hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua alkena disebut juga olefin (pembentuk minyak) sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur -> 2-metil-2-butena) sifat sama dengan alkana tapi lebih reaktif gas tak berwarna dapat dibakar bau yang khas eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3-34%) terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses "cracking" alkuna sifatnya sama dengan alkena namun lebih reaktif alkil halida (haloalkana) sifat-sifat alkil halida: mempunyai titik lebih tinggi dari pada titik didih alkana dengan jumlah unsur C yang sama tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik tertentu senyawa-senyawa bromo, iodo dan polikloro lebih berat dari pada air.

2.      Terdapat reaksi- reaksi hidrokarbon

-          Reaksi adisi

-          Reaksi eliminasi

-          Reaksi oksidasi

-          Reaksi substitudi

XI.   Daftar Pustaka

Abdullah, 2002,  Pembuatan Pelet Katalis Ni-Pt/Zeolit untuk Konversi Amll dan laoamll Alkohol manjadl Hldrokarbon. Indonesian Journal of Chemistry, Vol 8 No 2.

Candra, 2013, Studi Hidrogenasi Senyawa Hidrokarbon Golongan Alkena Dan Alkuna Secara Komputasi Nyoman Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNIB,  Jurnal Semirata Fmipa Unila. Vol 2 No 1.

Fessenden. 1992. Kimia Organik. (Terjemahan Aloysius Hadyana Pudjaatmaka). Edisi ketiga. Jakarta:Penerbit Erlangga

Maulia, 2021, Senyawa hidrokarbon https://www.zenius.net/blog/25692/senyawa-hidrokarbon-kimia-kelas-11. Diakses pada tanggal 13 Maret 2021

Yosel, 2017, Reaksi Reaksi pada Hidrokarbon, https://yoeselynwangi.blogspot.com /2017/07/reaksi-reaksi-pada-hidrokarbon.html. Diakses pada tanggal 13 Maret 2021

3 komentar:

  1. baiklah saya Sindi Permata Sari Nim A1C119064, saya akan menjawab Pertanyaan no2 , fumgsi dari pengocokkan 2 menit ini adalah untuk mengetahui kapan KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, yang ditandai dengan endapan coklat MnO2 terbentuk. dan juga agar mempercepat reaksi nya.

    BalasHapus
  2. Baiklah perkenalkan saya
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Izin menjawab pertanyaan no 1

    Secara tidak langsung pengoncangan pada percobaan ini berpengaruh, karena akan membuat larutan menjadi homogen sehingga ketika digoncangkan larutan akan bereaksi dengan cepat dan menghasilkan endapan coklat yang menandakan larutan tidak jenuh sedangkan jika tidak terjadi perubahan warna dan tidak terbentuk endapan maka larutan tersebut jenuh.

    BalasHapus
  3. Bqiklah saya Esra Oktapriani Gultom (A1C119059) akan menjawab pertanyaab no 1.
    Penggoncangan setelah diteteskan KMnO4 dalam percobaan ini sangatlah berpengaruh karena apabila tidak dikukanmya penggoncangan tabung maka hasil yg didapatkan tidak merata atau larutan tidak bercampur merata

    BalasHapus

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...