Minggu, 14 Maret 2021

Jurnal percobaan 5 - REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

                                                  REAKSI-REAKSI HIDROKARBON

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


  I  Judul                       :   Reaksi reaksi hidrokarbon

 II  Hari, Tanggal         :   Senin, 13 Maret 2021

III  Tujuan                    :  

1.    Untuk mengetahui sifat sifat senyawa hidrokarbon

2.    Untuk mengetahui reaksi reaksi yang terjadi pada hidrokarbon

IV  Landasan Teori

            Senyawa hidrokarbon selain senyawa hidrokarbon jenuh, hidrokarbon tak jenuh juga telah ditemukan. Senyawa hidrokarbon tak jenuh dengan ikatan rangkap rumus molekul CnH2n disebut alkena, dan senyawa hidrokarbon tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga dengan rumus molekul CnH2n-2 disebut alkuna. Contoh olefin dengan n = 2 adalah C2H4 ( Fessenden, 1992)

Hidrogenasi adalah reaksi pengurangan mengarah ke tambahan atom hydrogen (Dapat digunakan sebagai H2). Tanggapan tersebut meliputi terjadi pada reaksi adisi penambahan atomik. Bisa  hidrogenasi adalah senyawa yang hilang jenuh (tidak jenuh), yaitu gugus alkena Dan alkuna. Tambahkan hidrogen di dalamnya Senyawa akan ditambahkan ke level kejenuhan. ( candra 2013 )

Melalui reaksi dehidrasi, isoamyl alcohol akan diubah menjadi hidrokarbon tak jenuh yaitu olefin. Senyawa ini dapat dihidrogenasi untuk menghasilkan hidrokarbon jenuh, dan reaksi selanjutnya juga dapat dilakukan pada permukaan katalis untuk menghasilkan senyawa siklik, seperti siklopentana. Bilangan oktan senyawa ini juga sangat tinggi, sehingga mungkin seperti isopentana ( Abdullah, 2002).

Hidrokarbon adalah suatu senyawa organik yang hanya terdiri dari karbon (C) serta hidrogen (H). Hidrokarbon dibedakan menjadi tiga jenis utama: hidrokarbon jenuh, hidrokarbon tak jenuh, dan hidrokarbon aromatik. Hidrokarbon jenuh hanya memiliki satu ikatan CC, sedangkan hidrokarbon tak jenuh memiliki satu atau tiga ikatan CC. Hidrokarbon aromatik merupakan senyawa siklik dengan sifat kimia sebagai berikut: benzena. Hidrokarbon jenuh (alkana dan sikloalkana) relatif inert dan sulit bereaksi dengan reagen biasa. Hidrokarbon tak jenuh (alkena dan sikloalken) dapat mengalami reaksi adisi dan oksidasi. Benzena dan senyawa aromatik lainnya tidak bereaksi secara terpisah, tetapi dapat diganti dengan mengganti satu atom atau sekelompok atom lain untuk atom hidrogen. Dalam larutan karbon tetraklorida atau sikloheksana, hidrokarbon tak jenuh bereaksi cepat dengan brom. Reaksinya adalah dengan menambahkan brom ke cincin karbon bisiklik. Alkena (bukan alkana atau aromatik) bereaksi dengan Br2 untuk menghasilkan alkil bromida (atau dibromalkana) yang sesuai. Ketika Br2 bereaksi dengan alkena, warna kuning / jingga dari Br2 akan hilang, dan hasil reaksi bromoalkana biasanya tidak berwarna. Reaksi dengan Kalium Permanganat (KMnO4) Kalium permanganat adalah oksidan, yang dapat bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, tetapi tidak dengan alkana atau aromatik. Larutan KMnO4 yang diencerkan berwarna ungu tua, jika tidak ada reaksi, tidak akan berubah. Ketika KMnO4 bereaksi dengan hidrokarbon tak jenuh, endapan coklat MnO2 terbentuk. ( Yossel, 2017)

Hidrokarbon alifatik terbagi menjadi tiga jenis yaitu alkana, alkena dan alkuna. Alkana adalah sejenis hidrokarbon alifatik yang semuanya merupakan ikatan tunggal. Contohnya adalah propana (C3H8)  metana (CH4), dan etana (C2H6) . Dari ketiga contoh senyawa tersebut, kita bisa  menyimpulkan bahwasanya  bagian terakhir senyawa alkana adalah –ana. Rumus umum alkana adalah sebagai berikut:

CnH2n + 2

Alkena, juga dikenal sebagai olefin, adalah hidrokarbon dengan dua ikatan rangkap. Olefin dan olefin memasuki hidrokarbon alifatik tak jenuh. Bagian terakhir dari senyawa olefin adalah –ena. Rumus umumnya adalah sebagai berikut:

CnH2n

Alkena atau asetilena adalah hidrokarbon dengan ikatan rangkap tiga. Bagian terakhir dari senyawa Alkuna adalah -una. Anda dapat melihat rumus umum berikut ini:

CnH2n - 2

            Hidrokarbon aromatik paling sederhana adalah benzena (C6H6). Senyawa ini diperoleh dari degradasi kimiawi getah benzen, dan memiliki aroma yang dipancarkan dari pohon. Selain itu, ada toluena (C6H5CH3), yang berasal dari zat di pohon Amerika Tengah dan biasa digunakan dalam wewangian. Meski baunya tidak enak, kedua senyawa ini menghasilkan aroma. Oleh karena itu, istilah aromatik diartikan sebagai senyawa yang diturunkan dari benzena. Ikatan yang mengandung cincin disebut cincin benzen, dan ikatan yang tidak mengandung cincin disebut ester asam non-benzoat. ( Maulia, 2021)

V. Alat dan bahan

5.1   Alat                                                     

1.            Pipet tetes

2.            Sudip

3.            Gelas ukur

4.            Tabung reaksi dan rak

5.            Lumpeng dan alu     

5.2   Bahan

1.            Naftalena

2.            Paraffin

3.            Minyak jelantah

4.            Minyak goreng

5.            Pertalite

6.            KMnO4

VI.    PROSEDUR KERJA

Tabung Reaksi dan rak

Tabung 1

Ø  Di ambil minyak goreng 1 ml menggunakan pipet tets

Ø  Di masukkan kedalam gelas ukur

Ø  Di masukkan kedalam tabung reaksi

Ø  Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Ø  Digoncang tabung agar merata

Ø  Di gocang selama 2 menit

Hasil pengamatan

Tabung 2

Ø  Di ambil minyak jelantah 1 ml menggunakan pipet tets

Ø  Di masukkan kedalam gelas ukur

Ø  Di masukkan kedalam tabung reaksi

Ø  Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Ø  Digoncang tabung agar merata

Ø  Di gocang selama 2 menit

Hasil pengamatan

Tabung 3

Ø  Di ambil parafin 1 ml menggunakan pipet tets

Ø  Di masukkan kedalam gelas ukur

Ø  Di masukkan kedalam tabung reaksi

Ø  Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Ø  Digoncang tabung agar merata

Ø  Di gocang selama 2 menit

Hasil pengamatan

Tabung 4

Ø  Di ambil pertalite 1 ml menggunakan pipet tets

Ø  Di masukkan kedalam gelas ukur

Ø  Di masukkan kedalam tabung reaksi

Ø  Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Ø  Digoncang tabung agar merata

Ø  Di gocang selama 2 menit

Hasil pengamatan

Tabung 5

Ø  Di  ambil naftalen lalu haluskan dengan lumpeng dan alu

Ø  Di ambil naftalena 1 ml menggunakan sudip

Ø  Di masukkan kedalam gelas ukur

Ø  Di masukkan kedalam tabung reaksi

Ø  Di tambahkan 5 tetes larutan KMnO4 kedalam minyak goring

Ø  Digoncang tabung agar merata

Ø  Di gocang selama 2 menit

Hasil pengamatan

Untuk lebih jelasnya mengenai reaksi reaksi hidrokarbon anda dapat melihat video

berikut  :

Reaksi reaksi hidrokarbon: https://youtu.be/corK32rU-84

Permasalahan :

1.      Selain KMnO4 adakah senyawa lain yang dapat mengidentifikasi senyawa hidrokarbon ?

2.      Apakah berpengaruh ketika menetskan KMnO4, bagaimana jika tetesan kita kurangkan atau kita lebihkan ?

3.      Mengapa naftalen perlu dihaluskan dan apabila tidak dihaluskan apakah bisa mengetahui reaksi hidrokarbon yang terjadi ?                  


3 komentar:

  1. Baiklah saya Sindi Permata Sari Nim A1C119064, saya ingin menjawab pertanyaan feby no 3, fungsi dari penghalusan nafatalen agar mempermudah memasukkan ke dalam tabung reaksi, bukan itu saja fungsinya adalah agar mempercepat suatu reaksi tersebut sehingga mempermudah untuk mengidentifikasi dari senyawa tersebut, jika tidak menghaluskan kita bisa saja mengetahii senyawa yang terkadung dengan menambahkan naflena kedalam air, sehingga nanti kita bisa memperoleh hasil hidrokarbon tersebut.

    BalasHapus
  2. Baiklah,saya Esra Oktapriani gultom (A1C119059) akan menjawab pertanyaan no 2. Apabila tetesan KMnO4 kita kurangkan atau dilebihkan maka hasil dari percobaan tersebut tidak akan akurat atau bahkan bisa saja gagal,jadi dalam percobaan ini kita harus meneteskan KMnO4 nya sesuai takaran atau sesuai dengan prosedurnya

    BalasHapus
  3. Baiklah perkenalkan saya
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Izin menjawab pertanyaan no 1

    Untuk mengidentifikasi senyawa hidrokarbon Selain dengan senyawa KMnO4 terdapat senyawa lain yang dapat digunakan yaitu asam sulfat (H2SO4). Selain itu dapat juga dengan menggunakan uji bromin

    BalasHapus

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...