Jumat, 19 Maret 2021

Jurnal 6 - Reaksi- reaksi Aldehid

                                                          REAKSI-REAKSI ALDEHID

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


 

  I  Judul                       :   Reaksi reaksi aldehid

 II  Hari, Tanggal         :   Senin, 22 Maret 2021

III  Tujuan                    :  

1.    Untuk mengetahui reaksi aldehid dengan uji tollens 

2.    Untuk mengetahui reaksi reaksi yang terjadi pada aldehid

IV  Landasan Teori

            Menurut ( Yosel, 2017) Reaksi pada Aldehid adalah Senyawa karbon dimana  senyawa yang kelimpahannya banyak serta beragam di alam. Aldehida merupakan suatu kelompok  dimana senyawa organik yang mengandung gugus karbonil yang memiliki sifat-sifat kimia, fisika serta kegunaanya

Reaksi- reaksi aldehid

1. Reaksi Aldehid dengan Amonia

2. Reaksi Identifikasi

Untuk mengidentifikasi keberadaan gugus aldehida dalam senyawa, digunakan pereaksi 2,4-dinitrofenilhidrazin untuk bereaksi dan membentuk endapan.

3. Reaksi dengan H2

Reaksi aldehid dengan Hakan menghasilkan alkohol primer

4. Oksidasi dengan Aldehida

 

Oksidan lemah dapat digunakan untuk mengoksidasi aldehida. Reagen Tollens dan Fehling adalah oksidan lemah dan reagen khusus untuk mengidentifikasi aldehida

5.  Reaksi Aldehid dengan HCN

            Menurut (Diani, 2013 ) Pereaksi Tollens merupakan reagen yang mengandung perak sebagai ion kompleks ialah [Ag (NH3) 2] +. Biasanya ditulis sebagai Ag2O dalam persamaan pereaksi muatan. Reagen Tollens dibentuk dengan menambahkan NaOH ke perak nitrat, membentuk endapan Ag2O berwarna coklat. Endapan tersebut kemudian dilarutkan dalam larutan amonia. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut:

                                2Ag + + 2OH -> Ag2O (s) + air

                          Ag2O (s) + 4NH3 + H2O-> 2 [ag (NH3) 2] + + 2OH-

Saat reaksi dilakukan dalam wadah kaca, endapan perak yang terbentuk akan menutupi cermin. Oleh karena itu, reaksi ini disebut cermin perak. Reaksi antara aldehida dan pereaksi Tollen adalah sebagai berikut:

                              R-CHO + Ag2O-> R-COOH + 2Ag (s)

 

Salah satu dari tiga komponen senyawa Ditemukan pada ekstrak kental biji n-heksana sirsak merupakan isolat anti makanan yang efektif (distilat FA) Kelompok triterpen Aldehida. Aldehida memiliki isolat triterpenoid Fitur grup fungsional peregangan C-H streaching Vinil, senyawa alifatik regang C-H, C = O  ( Sri, 2011 )

Deteksi kualitatif formaldehida dengan reagen Tollens Larutkan 100ml perak nitrat Tambahkan 5ml ke air suling Kemudian tambahkan larutan NaOH 5% Tambahkan 7,5 ml air amonia pekat, Dapatkan amonium nitrat perak (Isi reagen). Tes kualitatif Formaldehida dan reagen Tollens Sebagai berikut: hingga 1 ml Tambahkan filtrat ikan asin Kemudian tambahkan tabung reaksi 1 ml reagen Tollens, lalu kocok. Panaskan larutan sampai muncul Gelembung, perubahan sedang terjadi Jika formaldehida normal, warnanya akan berubah Menjadi hitam dan membentuk cermin Perak di permukaan. ( marliza, 2019 )

Aldehida teroksidasi menjadi anion karboksilat, dan ion Ag + dalam pereaksi Tollens direduksi menjadi logam Ag. Ciri dari uji positif adalah terbentuk cermin perak pada dinding dalam tabung reaksi, dan reaksi dengan pereaksi Tollens dapat mengubah ikatan C-H pada ikatan aldehida menjadi C-O. Alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi keton, tetapi keton tidak dapat dioksidasi lebih lanjut menggunakan pereaksi Tollens. Ini karena keton tidak memiliki atom hidrogen yang terikat pada atom karbon karbonil. Dibandingkan dengan aldehida, keton hanya dapat dioksidasi dalam keadaan reaksi yang lebih keras. Ikatan antara karbon karbonil dan salah satu karbon terputus, dan produk oksidasi yang dihasilkan memiliki atom karbon yang lebih sedikit daripada bahan keton aslinya. Pengecualiannya adalah oksidasi siklik keton, karena jumlah atom karbon tetap. Misalnya, sikloheksanon dioksidasi secara luas menjadi asam dikarboksilat, yang merupakan bahan kimia penting dalam produksi nilon. ( Kiki, 2013 )

           

V. Alat dan bahan

5.1   Alat                                                     

1.            Pipet tetes

2.            Tabung reaksi

3.            Rak tabung reaksi

5.2   Bahan

1.            Larutan 0,3M AgNO3

2.            Larutan 0,3M NaOH

3.            Larutan 3M NH3

4.            Air

5.            Senyawa X

6.            Senyawa Y

 

VI.    PROSEDUR KERJA

Tabung Reaksi dan rak

      Tabung reaksi1

    Ø  Ditambahkan larutan 0,3M AgNO3 ke dalam tabung reaksi

    Ø  Ditambahkan 1 – 2 tetes larutan 0,3M NaOH

    Ø  Ditambahkan larutan 3M NH3 tetes demi tetes sampai endapan oksida perak terlarutkan

Tabung Reaksi 2

    Ø  Dimasukkan larutan X yang merupakan benzaldehida ke dalam tabung reaksi  reagen     Tollens

    Ø  Dikocok dengan perlahan dan didiamkan kurang lebih  selama 10 menit

    Ø  Diamati perubahan pada larutan berupa terbentuknya lapisan perak

(Apabila tidak terdapat perubahan larutan dipanaskan dalam waterbath selama 5 menit)

                  Tabung Reaksi 3

    Ø  Dilakukan pengujian ulang pada larutan Y (bukan aldehid) dengan direaksikan pada reagen Tollens

    Ø  Diaduk dan didiamkan selama kurang lebih 10 menit dan diamati perubahan pada larutan

    Ø  Dipanaskan larutan Y dan diamati perubahan pada larutan

Hasil pengamatan

Untuk lebih jelasnya mengenai reaksi reaksi aldehid anda dapat melihat video

berikut  :

Reaksi reaksi aldehid: https://www.youtube.com/watch?v=7I-y3I3VzM8

Permasalahan :

1.      Bagaimana cara reaksi aldehid dengan uji tollens bernilai positif dan negative ?

2.      Apakah berpengaruh jika kita cepatkan atau lambatkan dalam proses uji tollens tersebut ?

3.      Mengapa harus di lakukan pengocokan dalam video uji tollens ini ?

 


3 komentar:

  1. Baiklah Saya Sindi Permata Sari, Dengan NIM A1C119064,saya akan menjawab pertanyaan no 3, Menurut saya fungsi dari pengocokan adalah agar dapat melihat apakah ada endapan perak dalam larutan tersebut

    BalasHapus
  2. Baiklah perkenalkan saya Soni Fitri Br Nababan nim A1C119097, jadi saya ingin menjawab pertanyaan no (2), Kecepatan itu menentukan dalam memproses uji tollens. Jadi pengaruhnya itu bisa dilihat dari percepatan dalam mereaksikan, apabila cepat mereaksikan pada proses uji tollens maka hasil yang didapat juga cepat dan mendapat hasil yang sempurna karena dia dipercepat dalam mereaksikan. Namun jika diperlmbat maka hasilnya tetap terdapat cermin perak namun harus membutuhkan waktu yang lama untuk melihat hasilnya.

    BalasHapus
  3. Baiklah perkenalkan saya
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Izin menjawab pertanyaan no 1

    Kita dapat mengetahui apakah uji tollens dengan aldehid bernilai positif atau negatif dengan cara Ketika senyawa X (yaitu benzaldehida) direaksi dengan pereaksi Tollens, dimana terbentuk endapan cermin perak k maka senyawa yang digunakan bernilai positif untuk gugus aldehida. Sedangkan jika senyawa x yang digunakan setelah direaksikan tidak membentuk endapan cermin perak maka bernilai negatif.

    BalasHapus

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...