KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I Judul : Kromatografi Lapis Tipis
II Hari,
Tanggal :
Senin, 03 Mei 2021
III Tujuan :
1.
Dapat memahami
metode kromatografi lapis tipis
2.
Dapat memahami
prinsip kerja kromatografi lapis tipis
IV Landasan
Teori
Kromatografi
lapis tipis adalah salah satu jenis kromatografi yang dapat digunakan untuk
menganalisis senyawa kualitatif dan kuantitatif. Lapisan yang mengandung bahan
atas butiran (fase diam) diletakkan di atas penyangga berupa kaca, pelat logam
atau pelapis yang sesuai. Setelah meletakkan plat / lapisan dalam wadah
tertutup dengan larutan pengembang yang sesuai (fase gerak), campuran yang akan
dipisahkan berbentuk larutan dan diberi bintik-bintik dalam bentuk titik-titik
atau pita. Pemisahan terjadi setelah kapiler berdifusi (mengembang), dan lebih
banyak senyawa tak berwarna harus diekspos / dideteksi. Gunakan sinar
ultraviolet untuk deteksi ( Riska, 2018 )
Pada
kromatografi lapis tipis memiliki lapisan yang tipis yakni (tebal 0,1-2 mm)
yang terbuat dari bahan padat yang dilapiskan pada permukaan penyangga datar
(pelat), biasanya terbuat dari kaca, tetapi dapat juga dibuat dari polimer atau
logam. papan dibuat. Dengan bantuan bahan perekat, biasanya kalsium sulfat dan
kromatografi lapis tipis untuk menempelkannya pada lapisan permukaan dapat
digunakan untuk berbagai keperluan dalam pemisahan.. ( Pratiwi, 2015 )
KLT merupakan metode pemisahan berdasarkan perbedaan absorpsi (adsorpsi) dan distribusi, serta kelarutan komponen kimia yang bergerak sesuai polaritas eluen. Karena adsorben memiliki kapasitas absorpsi yang berbeda untuk komponen kimiawi, komponen tersebut bergerak dengan kecepatan yang berbeda, yang menyebabkan terjadinya separasi ( Danisa, 2015 )
Kromatografi lapis tipis (KLT) digunakan untuk menentukan metabolit sekunder yang terkandung. Uji KLT dilakukan untuk memastikan keberadaan gugus senyawa positif pada skrining fitokimia dan untuk menentukan kromatogram ekstrak. Itu diuji setelah skrining fitokimia dan analisis KLT. Sistem KLT juga dapat digunakan untuk memisahkan komponen fitokimia dan memberikan hasil yang positif, mengkonfirmasikan hasil skrining fitokimia. ( Cahyaningsih, 2015)
Beberapa
eluen dengan polaritas yang berbeda digunakan untuk beberapa pemisahan dengan
kromatografi lapis tipis (KLT) untuk mendapatkan pelarut yang dapat memberikan
efek pemisahan dan pewarnaan yang baik. Pantau bintik-bintik pada pelat TLC di
bawah lampu UV 254 nm dan UV 365 nm ( Yuliandra, 2017 )
V. Alat dan bahan
5.1 Alat
1.
Kaca penutup
2.
gelas ukur
3.
Plat TLC
4.
Penggaris
5. Lampu UV
5.2 Bahan
1. Larutan
CHCl3. NaOh . H2O perbandingan 16 :6 :1
2.
Larutan Heksena . EtoAC Perbandingan 8 : 2
3.
Larutan Benzena . EtoAC Perbandingan 8 : 2
4.
Larutan EtoAC/ EOH . H2O Perbandingan 10 : 2 : 1
VI. PROSEDUR KERJA
Gelas
kimia
· Di Siapkan fasa
gerak berupa . Larutan CHCl3. NaOh . H2O perbandingan 16 :6 :1, Larutan
Heksena . EtoAC Perbandingan 8 : 2, Larutan Benzena . EtoAC Perbandingan 8 : 2,
Larutan EtoAC/ EOH . H2O Perbandingan 10 : 2 : 1
· Di Siapkan
plat TLC dengan menggambar sebuah garis dengan jarak 1 cm dari dasar plat
secara lembut dengan menggunakan pensil.
· Di Siapkan 4
buah plat TLC. Buatlah 4 buah titik dengan jarak masing-masing 1 cm untuk
pelarut atau fasa gerak yang digunakan masing-masing pada 4 buah plat TLC.
·
Di totolkan noda pada plat TLC
· Di letakkan plat
TLC tegak lurus ke dalam fasa gerak. Jangan biarkan plat TLC bergerak dan
terendam karena dapat merusak totolan dan nilai Rf.
·
Di Amati fasa
gerak yang naik ke atas plat TLC.
· Di ambilplat TLC
apabila fasa gerak telah mencapai jarak 1 cm dari ujung atas plat TLC
· Dibuat garis pada bagian atas batas pelarut
dengan hati-hati menggunakan pensil. Lalu, dibiarkan plat TLC untuk menguapkan
pelarut.
· Di letakkan di
bawah lampu UV untuk memvisualisasikan jarak tempuh pelarut. Gambarkan
lingkaran pada setiap noda yang terlihat dengan hati-hati.
·
Di ukur noda
menggunakan penggaris
Hasil
Untuk
lebih jelasnya mengenai Kromatografi Lapis Tipis anda dapat melihat video
berikut :
Kromatografi Lapis Tipis : https://youtu.be/6Xk-OuK3hz8
Permasalahan :
1.
Bagaimana jika
perbandingan yang digunakan setiap percobaan di ganti, apakah bisa dilakukan ?
2.
Apa fungsi dari
memvisualisasikan dibawah lampu UV ?
3.
Apa kah kita
bisa mengganti fasa gerak yang di lakukan dalam video dengan bahan lain, jika
ada contohkan ?

Perkenalkan nama saya Elseria Afriyanti Togatorop,NIM :A1C119071
BalasHapusAkan menjawab pertayaan no 3
Pada vidio ini fasa gerak yang digunakab adalah plat TLC,dan fasa gerak ini tidah bisa digantikan dengan bahan lain karena plat TlC ini yang dapat mengahasilkan pemisahan yang baik pada kromatografi lapis tipis dan plat TLC ini adalah bahan yang selalu digunakan sebagau fasa gerak pada kromatografi laois tipis.
baiklah saya Putri Mayang Sari A1C119056 akan menjawab pertanyaan no.2 fungsi dari memvisualisasikan dibawah sinar UV adalah untuk melihat noda bercak yang mungkin tidak terlihat pada sinar tampak yang mungkin noda bercaknya hanya dapat terlihat dibawah sinar UV dengan panjang gelombang 254 mm
BalasHapusPerkenalkan nama saya Gustina Romarti Fajrin (A1C119053) akam mennawab pertanyaan febby yang no 1.
BalasHapusTentu saja hasil yang diperoleh berbeda. Karena pada dasarnya suatu larutan akan terdistribusi ke dalam fase diam berdasrkan kompoisi yabg ada di dalam camluran tersebut. Bisa saja jika perbandingan nya diubah akan menyebabkan larutan menjadi polar atau non polar dan kecepatan diatribusi larutan akan berbeda sehingga Rf yg dihasilkan juga berbeda