Sabtu, 08 Mei 2021

Jurnal 12 - KROMATOGRAFI KOLOM

                                                         KROMATOGRAFI KOLOM

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


I  Judul                       :   Kromatografi Kolom

II  Hari, Tanggal          :   Senin, 09 Mei 2021

III  Tujuan                    :  

1.      Dapat memahami metode kromatografi kolom

2.      Dapat memahami prinsip kerja kromatografi kolom

IV  Landasan Teori

Kromatografi kolom adalah kromatografi absorpsi atau adsorpsi. Kromatografi kolom diklasifikasikan sebagai kromatografi cair-padat kolom terbuka (KCP). Pemisahan kromatografi kolom adsorpsi adalah didasarkan dari pada adsorpsi komponen campuran dengan mana afinitas berbeda pada suatu permukaan fasa diam. Kromatografi kolom adsorpsi mencakup metode pemisahan cairan-padat. Matriks padat (adsorben) bertindak sebagai fase diam dan tidak larut dalam fase cair. Fase gerak adalah cairan (pelarut) yang mengalir di sepanjang kolom dan membawa komponen campuran. ( Desti,2015)

            Prinsip pemisahan  pada kromatografi yaitu adalah adanya distribusi dimana suatu  komponen dalam fasa diam serta fasa gerak yang berdasarkan pada perbedaan antara sifat fisik komponen yang akan dipisahkan tersebut. Kromatografi merupakan suatu teknik dimana  diantaranya pemisahan molekul  yang berdasarkan perbedaan pada pola pergerakan antara fase gerak serta pada fase diam. Dimana apabila untuk memisahkan suatu komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan tersebut. ( Ichea, 2012 )

Silika gel (SiO2) dan alumina (Al2O3) adalah dua adsorben yang paling umum digunakan dalam kromatografi kolom. Ukuran partikel dari adsorben sangat mempengaruhi bagaimana eluen melewati kolom. Partikel yang lebih kecil (mata jaring yang lebih besar) digunakan untuk kromatografi kolom tekanan, sedangkan adsorben dengan ukuran partikel yang lebih besar digunakan untuk kromatografi kolom gravitasi.( Ismail, 2013)

            Menurut (Captain,2018) Kromatografi kolom adalah suatu metode kromatografi klasik yang dimana banyak digunakan. Kromatografi kolom digunakan untuk memisahkan sejumlah besar senyawa berdasarkan adsorpsi dan partisi. Kemasan adsorben yang sering digunakan adalah silica gel G-60, diatomaceous earth, Al2O3 dan sebagainya. Ada dua metode produksi, antara lain:

1. Metode kering dengan memasukkan silika gel ke dalam kolom kromatografi yang telah ditambahkan kapas, kemudian ditambahkan eluen.

2. Metode air pertama-tama menangguhkan silika gel dalam eluen yang digunakan, kemudian secara bertahap memasukkannya ke dalam kolom kromatografi melalui dinding kolom kromatografi sampai semua silika gel masuk, dan pada saat yang sama membuka katup kolom kromatografi.

            Alirkan eluen hingga silika gel mengeras Sebelum eluen silika gel mengalir ke batas adsorpsi, matikan faucet dan masukkan sampel. Sampel terlebih dahulu dilarutkan dalam eluen hingga diperoleh kelarutan spesifik. Kemudian pipet sampel ke dalam pipet dan masukkan secara bertahap ke kolom kromatografi melalui dinding kolom sampai semua sampel masuk, lalu nyalakan faucet dan sesuaikan tetesannya, lalu tambahkan eluen. Tetesan limbah terkandung sebagai pecahan, dan kromatografi kolom adalah teknik yang menggunakan alat yang disebut kolom untuk memurnikan komponen campuran. Pada tower ini terjadi proses pemisahan campuran yang bekerja bersamaan dengan fase diam dan fase gerak. Fase diam dalam kromatografi kolom dapat berupa silika gel, dan fase gerak dapat berupa pelarut polar non-polar. ( Arraniry, 2017)

V. Alat dan bahan

5.1   Alat                                                     

1.            Corong gelas

2.            Kolom

3.            Botol vial

5.2   Bahan

1. Eluen

2. sampel

3. silica kasar

4. kapas

 

VI.    PROSEDUR KERJA

 Kolom

·         Diimpregnai sampel pada silica kasar ( massa silica kasar= 2x berat sampel )

·         Dimasukkan kapas ke dalam kolom

·         Di masukkan eluen ke dalam kolom

·         Di campurkan eluen dengan silica kasar hingga membentukslurry ( Massa silica kasar = 38x berat sampel )

·         Di masukkan slurry kedalam kolom

·         Di masukkan sampel yang sudah diimpgrasi

·         Di masukkan eluen ke dalam kolom

·         Kolom siap digunakan

Hasil

 

Untuk lebih jelasnya mengenai Kromatografi kolom anda dapat melihat video berikut  :    

Kromatografi kolom : https://youtu.be/a_TLDsufUOU

Permasalahan :

1.      Di dalam video, eluen apa yang digunakan ?

2.      Bisakah saudara mengganti eluen dengan larutan lain ?

3.      Bagaimana jika sampel kita ganti dengan bahan lain, apakah mempengaruhi proses kromatografi kolom ?

 

3 komentar:

  1. baiklah saya sindi Permata Sari, Dengan NIM A1C119064 ingin menjawab pertanyaan febby no 2, menurut saya bisa, bisa menggunakan Fasa diam berupa eluen yang tidak larut dalam fasa gerak,ukuran partikel fasa ... polar ataupun pelarut non polar berdasarkan pada zat yang akan dilarutkan. contohnya ribovlafin

    BalasHapus
  2. Baiklah, saya Elseria Afriyanti Togatorop, NIM:A1C119071
    akan menjawab pertanyaan no 1
    Di dalam vidio, jenis eluen yang digunakan adalah pelarut nonpolar yang biasa digunakan untuk fase normal seperti heksana

    BalasHapus
  3. Baiklah Saya Rara akda Septian dengan Nim A1C119095 ,Akan menjawab permasalahan no 3 .
    Jika sampel yang digunakan tersebut diganti dengan bahan lain tidak beperngaruh pada hasil akhitr, karena Pemisahan nya itu tergantung pada kesetimbangan yang terbentuk pada bidang antarmuka di antara butiran-butiran adsorben dan fase bergerak serta kelarutan relatif komponen pada fase bergeraknya. Antara molekul-molekul komponen dan pelarut terjadi kompetisi untuk teradsorpsi pada permukaan adsorben sehingga menimbulkan proses dinamis. Keduanya secara bergantian tertahan beberapa saat di permukaan adsorben dan masuk kembali pada fase bergerak. Pada saat teradsorpsi komponen dipaksa untuk berpindah oleh aliran fase bergerak yang ditambahkan secara kontinyu. Akibatnya hanya komponen yang mempunyai afinitas lebih besar terhadap adsorben akan secara selektif tertahan. Komponen dengan afinitas paling kecil akan bergerak lebih cepat mengikuti aliran pelarut.

    BalasHapus

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...