KROMATOGRAFI KOLOM
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I
Judul : Kromatografi Kolom
II Hari, Tanggal :
Senin, 09 Mei 2021
III
Tujuan :
1. Dapat
memahami metode kromatografi kolom
2. Dapat
memahami prinsip kerja kromatografi kolom
IV Landasan Teori
Kromatografi
kolom adalah kromatografi absorpsi atau adsorpsi. Kromatografi kolom
diklasifikasikan sebagai kromatografi cair-padat kolom terbuka (KCP). Pemisahan
kromatografi kolom adsorpsi adalah didasarkan dari pada adsorpsi komponen
campuran dengan mana afinitas berbeda pada suatu permukaan fasa diam.
Kromatografi kolom adsorpsi mencakup metode pemisahan cairan-padat. Matriks
padat (adsorben) bertindak sebagai fase diam dan tidak larut dalam fase cair.
Fase gerak adalah cairan (pelarut) yang mengalir di sepanjang kolom dan membawa
komponen campuran. ( Desti,2015)
Prinsip pemisahan pada kromatografi
yaitu adalah adanya distribusi dimana suatu komponen dalam fasa diam serta fasa gerak yang
berdasarkan pada perbedaan antara sifat fisik komponen yang akan dipisahkan
tersebut. Kromatografi merupakan suatu teknik dimana diantaranya pemisahan molekul yang berdasarkan perbedaan pada pola
pergerakan antara fase gerak serta pada fase diam. Dimana apabila untuk
memisahkan suatu komponen (berupa molekul) yang berada pada larutan tersebut. (
Ichea, 2012 )
Silika gel (SiO2) dan
alumina (Al2O3) adalah dua adsorben yang paling umum digunakan dalam
kromatografi kolom. Ukuran partikel dari adsorben sangat mempengaruhi bagaimana
eluen melewati kolom. Partikel yang lebih kecil (mata jaring yang lebih besar)
digunakan untuk kromatografi kolom tekanan, sedangkan adsorben dengan ukuran
partikel yang lebih besar digunakan untuk kromatografi kolom gravitasi.(
Ismail, 2013)
Menurut (Captain,2018) Kromatografi
kolom adalah suatu metode kromatografi klasik yang dimana banyak digunakan.
Kromatografi kolom digunakan untuk memisahkan sejumlah besar senyawa
berdasarkan adsorpsi dan partisi. Kemasan adsorben yang sering digunakan adalah
silica gel G-60, diatomaceous earth, Al2O3 dan sebagainya. Ada dua metode
produksi, antara lain:
1.
Metode kering dengan memasukkan silika gel ke dalam kolom kromatografi yang
telah ditambahkan kapas, kemudian ditambahkan eluen.
2.
Metode air pertama-tama menangguhkan silika gel dalam eluen yang digunakan,
kemudian secara bertahap memasukkannya ke dalam kolom kromatografi melalui
dinding kolom kromatografi sampai semua silika gel masuk, dan pada saat yang
sama membuka katup kolom kromatografi.
Alirkan eluen hingga silika gel
mengeras Sebelum eluen silika gel mengalir ke batas adsorpsi, matikan faucet
dan masukkan sampel. Sampel terlebih dahulu dilarutkan dalam eluen hingga
diperoleh kelarutan spesifik. Kemudian pipet sampel ke dalam pipet dan masukkan
secara bertahap ke kolom kromatografi melalui dinding kolom sampai semua sampel
masuk, lalu nyalakan faucet dan sesuaikan tetesannya, lalu tambahkan eluen.
Tetesan limbah terkandung sebagai pecahan, dan kromatografi kolom adalah teknik
yang menggunakan alat yang disebut kolom untuk memurnikan komponen campuran.
Pada tower ini terjadi proses pemisahan campuran yang bekerja bersamaan dengan
fase diam dan fase gerak. Fase diam dalam kromatografi kolom dapat berupa
silika gel, dan fase gerak dapat berupa pelarut polar non-polar. ( Arraniry,
2017)
V.
Alat dan bahan
5.1 Alat
1.
Corong gelas
2.
Kolom
3.
Botol vial
5.2 Bahan
1. Eluen
2.
sampel
3.
silica kasar
4.
kapas
VI.
PROSEDUR KERJA
Kolom
·
Diimpregnai sampel pada silica kasar (
massa silica kasar= 2x berat sampel )
·
Dimasukkan kapas ke dalam kolom
·
Di masukkan eluen ke dalam kolom
·
Di campurkan eluen dengan silica kasar
hingga membentukslurry ( Massa silica kasar = 38x berat sampel )
·
Di masukkan slurry kedalam kolom
·
Di masukkan sampel yang sudah diimpgrasi
·
Di masukkan eluen ke dalam kolom
·
Kolom siap digunakan
Hasil
Untuk
lebih jelasnya mengenai Kromatografi kolom anda dapat melihat video berikut :
Kromatografi
kolom : https://youtu.be/a_TLDsufUOU
Permasalahan
:
1. Di
dalam video, eluen apa yang digunakan ?
2. Bisakah
saudara mengganti eluen dengan larutan lain ?
3. Bagaimana
jika sampel kita ganti dengan bahan lain, apakah mempengaruhi proses
kromatografi kolom ?

baiklah saya sindi Permata Sari, Dengan NIM A1C119064 ingin menjawab pertanyaan febby no 2, menurut saya bisa, bisa menggunakan Fasa diam berupa eluen yang tidak larut dalam fasa gerak,ukuran partikel fasa ... polar ataupun pelarut non polar berdasarkan pada zat yang akan dilarutkan. contohnya ribovlafin
BalasHapusBaiklah, saya Elseria Afriyanti Togatorop, NIM:A1C119071
BalasHapusakan menjawab pertanyaan no 1
Di dalam vidio, jenis eluen yang digunakan adalah pelarut nonpolar yang biasa digunakan untuk fase normal seperti heksana
Baiklah Saya Rara akda Septian dengan Nim A1C119095 ,Akan menjawab permasalahan no 3 .
BalasHapusJika sampel yang digunakan tersebut diganti dengan bahan lain tidak beperngaruh pada hasil akhitr, karena Pemisahan nya itu tergantung pada kesetimbangan yang terbentuk pada bidang antarmuka di antara butiran-butiran adsorben dan fase bergerak serta kelarutan relatif komponen pada fase bergeraknya. Antara molekul-molekul komponen dan pelarut terjadi kompetisi untuk teradsorpsi pada permukaan adsorben sehingga menimbulkan proses dinamis. Keduanya secara bergantian tertahan beberapa saat di permukaan adsorben dan masuk kembali pada fase bergerak. Pada saat teradsorpsi komponen dipaksa untuk berpindah oleh aliran fase bergerak yang ditambahkan secara kontinyu. Akibatnya hanya komponen yang mempunyai afinitas lebih besar terhadap adsorben akan secara selektif tertahan. Komponen dengan afinitas paling kecil akan bergerak lebih cepat mengikuti aliran pelarut.