PENENTUAN KELAS KELARUTAN
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
PERCOBAAN
2
I Judul : Penentuan
Kelas Kelarutan
II
Hari, Tanggal : Senin, 22 Febuari 2021
III
Tujuan : 1.
Untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap larutan
2. Untuk mengetahui kelarutan gula didalam air
mineral, biasa, dan panas.
IV Landasan Teori
Didalam senyawa
mempunyai sifat yang berdeda, tentunya juga di setiap senyawa organik memiliki
sifat kelarutan yang khas, seperti jenis pelarut serta jumlah kelarutannya.
Sifat kelarutan ini akan membantu memperkecil atau bisa di sebut mempersempit ruang
gerak analisis maupun secara kimia atau
juga spektroskopis (Tim Kimia Organik I,
2021).
Kelarutan adalah untuk
menyebutkan jumlah maksimum suatu zat yang bisa larut dalam sejumlah zat
pelarut tertentu atau larutan. Suatu kelarutan berhubungan dengan jenis zat
terlarut. Serta suatu larutan disebut kalur apabila suatu zat di campurkan
dengan suatu zat yang ,lain ketika suatu zat dicampurkan akan menjadi satu atau homogen,
maksudnya solute atau terlarut, larut dalam solven atau pelarut secara homogen.
Kelarutan juga menggunakan secara kuantitatif untuk menyatakan komposisi dari
larutan tersebut (Keenan, 2006)
Kelarutan adalah
dimana keadaan suatu senyawa baik padat, serta cair, ataupun gas yang terlarut
dalam suatu padatan, cairan, dan juga
gas yang akan menghasilkan suatu larutan homogen. Kelarutan berhubungan juga
pada pelarut yang dipakai serta suhu dan juga tekanan. Kelarutan juga memiliki
peranan penting di bidang, terutama bidang farmasi Di dalam bidang, khusus nya
bidang farmasi untuk menentukan konsentrasi nya dan akan dicapai pada sirkulasi
sistemik serta mengciptakan respon farmakologi (Hendriani, 2008) Pada dasarnya, data titik leleh dari 388 senyawa organik yang
berperan dan berfungsi konstribusi tipe gugus kimia, Titik leleh adalah salah
satu sifat fisik yangsangat penting
untuk mengetahui karakterisasi suatu senyawa. sifat fisik senyawa contohnya
adalah titik didih, titik leleh, sifat lipofilitas serta kerapatan telah banyak
dilaporkan berupa analisis dalam kegunaannya yaitu dengan mengenakan deskriptor
geometri, parameter sterik serta struktur elektronik dari molekul. ( Tahir,
2002 )
Suhu mempengaruhi suatu Kelarutan perlu di Ingat
lagi bahwa kelarutan merupakan sesuatu atau sebagai jumlah maksimum zat
terlarut tersebut yang nanti akan melarut dalam sejumlah tertentu pelarut pada
suhu tertentu. Kebanyakan suatu zat, suhu sangat mempengaruhi kelarutan. (
Chang, 2005)
V Alat dan Bahan
5.1 Alat
1.
Sendok 1 buah
2. gelas kaca 3 buah
3. toples 1 buah
4. sendok the 1 buah
5. Stopwatch
5.2 Bahan
1. air panas
2. air dingin
3. air mineral
4. gula
VI Prosedur Kerja
Penentuan Kelas Kelarutan
1) Kelarutan dalam air
Gelas I
ð
Dimasukkan
gula 2 sendok teh ke dalam gelas I ( yang berisi air panas )
ð
Di
aduk sampai larut
ð
Dihitung
menggunakan stopwatch
ð
Di
catat pada menit keberapa gula larut dalam air tersebut
Hasil Pengamatan
Gelas II
ð
Dimasukkan
gula 2 sendok teh ke dalam gelas II ( yang berisi air dingin )
ð
Di
aduk sampai larut
ð
Dihitung
menggunakan stopwatch
ð
Di
catat pada menit keberapa gula larut dalam air tersebut
Hasil Pengamatan
Gelas III
ð
Dimasukkan
gula 2 sendok teh ke gelas III ( yang
berisi air mineral)
ð
Di
aduk sampai larut
ð
Dihitung
menggunakan stopwatch
ð
Di
catat pada menit keberapa gula larut dalam air tersebut
Hasil Pengamatan
Untuk
lebih jelasnya mengenai penentuan kelas kelarutan anda dapat melihat video
berikut :
Permasalahan
:
1.
Apa
yang terjadi jika pada uji kelarutan dalam air, tidak di lakukan pengadukkan secara kuat kuat ?
2.
Apakah
banyaknya air untuk melarutkan gula dapat mempengaruhi hasil akhir, atau ada faktor
lain yang mempengaruhi ?
3.
Jika
kita ganti gula dengan senyawa lain, bagaimana estimasi waktunya apakah berbeda
senyawa gula dengan senyawa lain, jelaskan !

Bailah , perkenalkan nama saya Gustina Romarti Fajrin.
BalasHapusNIM : A1C119053
KELAS : REG B 19
izin untuk mejawab pertanyaan febbi yang nomor (1)
jadi, pertanyaan ini berhubungan dengan faktor pengadukan. Dimana,Pengadukan menyebabkan partikel-partikel antara zat terlarut dengan pelarut akan semakin sering untuk bertabrakan. Hal ini menyebabkan proses pelarutan menjadi semakin cepat. Nah, maka dari itu semakin cepat kita mengaduk maka semakin sering molekul-molekunya saling bertabrakan yang menyebabkan senyawa tersebut cepat terlarut. dan sebaliknya jika semakin lambat kecepatan pengadukan maka semakin jarang molekul-molekul bertabrakan dan menyebabkan zat tersebut lambat melarut.
Baiklah perkenalkan nama saya Adith Andrizal dengan Nim A1C119065 akan menjawab pertanyaan no 2.
BalasHapusIya, karena salah satu faktor kelarutan ada juga volume, semakin banyak suatu pelarut semakin cepat zat terlarut melarut di dalamnya
Baiklah saya Erina Shafura dengan Nim A1C119068. Akan menjawab soal nomor 3.
BalasHapusKetika gula diganti dengan senyawa lain dalam kelarutan dalam air maka estimasi waktunya akan berbeda.karena salah satu faktor dari kelarutan adalah ukuran dari zat terlarut. Apabila ukuran zat terlarut besar maka estimasi waktu untuk larut dalam pelarut air akan lebih lama daripada ukuran zat terlarut yang lebih kecil.