Kamis, 25 Februari 2021

Laporan Percobaan 2 - Penentuan Kelas Kelarutan

PENENTUAN KELAS KELARUTAN

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


 

VII. Data Pengamatan

NO

PROSEDUR

FUNGSI ALAT DAN BAHAN

TUJUAN PROSEDUR

HASIL

1

Masukkan Gula ke dalam gelas I sebanyak 2 sendok teh ke dalam air panas, lalu di aduk

Gelas 1  : sebagai tempat atau wadah untuk air panas

 

Sendok teh : mengambil 2 sendok gula dan memasukkan kedalam gelas I yang berisi air panas

 

Sendok makan : mengaduk gula agar cepat larut

 

Stopwatch : untuk menghitung waktu

 

Air panas : sebagai pelarut

 

gula : berfungsi sebagai bahan yang akan dilarutkan

 

Untuk Mengetahui Seberapa Cepat Zat padat tersebut larut dalam air panas

Gula dapat larut dalam air selama 30 detik

2

Masukkan Gula ke dalam gelas II sebanyak 2 sendok teh ke dalam air Dingin, lalu di aduk

Gelas 2  : sebagai tempat atau wadah untuk air dingin

 

Sendok teh : mengambil 2 sendok gula dan memasukkan kedalam gelas II yang berisi air dingin

 

Sendok makan : mengaduk gula agar cepat larut

 

Stopwatch : untuk menghitung waktu

 

Air dingin : sebagai pelarut

 

gula : berfungsi sebagai bahan yang akan dilarutkan

 

Untuk Mengetahui Seberapa Cepat Zat padat tersebut larut dalam air dingin

Gula dapat larut dalam air selama 1 menit

3

Masukkan Gula ke dalam gelas III sebanyak 2 sendok teh ke dalam air Mineral, lalu diaduk

Gelas 3  : sebagai tempat atau wadah untuk air mineral

 

Sendok teh : mengambil 2 sendok gula dan memasukkan kedalam gelas III yang berisi air mineral

 

Sendok makan : mengaduk gula agar cepat larut

 

Stopwatch : untuk menghitung waktu

 

Air mineral : sebagai pelarut

 

gula : berfungsi sebagai bahan yang akan dilarutkan

 

Untuk Mengetahui Seberapa Cepat Zat padat tersebut larut dalam air  mineral

Gula dapat larut dalam air selama 1 menit , 4 Detik

 

VIII. Pembahasan

Dari video yang telah di lakukan pada praktikan kita dapat melihat bahwa pada gelas 1,2 dan 3 berisikan dengan air yang berbeda beda yaitu air panas air dingin serta air mineral, dimana pada percobaan pertama, dimana air yang digunakan adalah air panas, gula tersebut dapat larut dalam air selama 30 detik, selanjutnya pada prosedur kedua yang berisi air dingin, gula tersebut dapat larut dalam air selama 1 menit, yang ketiga air mineral, gula tersebut dapat larut dalam air selama 1 menit , 4 Detik.

Didalam video yang sebagai referensi, dapat dilihat air panas lebih cepat melarutkan gula  dari pada air dingin dan juga air biasa, sedangkan air dingin lebih cepat melarutkan gula dari pada air biasa, hal ini dipengaruhi oleh Suhu, suhu yang tinggi membuat menjadi  proses percepat, atau berlangsungnya pelarutan secara cepat. Hal ini disebabkan pada suhu tinggi kemungkinan yang terjadi pada tumbukan antar zat padat lebih sering, selain itu ada beberapa factor yang mempengaruhi gula larut dalam air

 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu :

·         suhu. Semakin tinggi suhu semakin cepat larut.

·         Luas permukaan semakin besar permukaan zat maka akan semakin larut

·         Volume zat semakin besar volume pelarut maka akan mempercepat kelarutan

 

Semua faktor dalam kelarutan gula dalam air saling berhubungan. Baik suhu permukaan zat dan juga volume karena ketika Suhu yang panas dapat mempercepat larutnya zat terlarut tersebut. Pelarut yang memiliki suhu yang lebih tinggi membuat lebih cepat melarutkan zat terlarut dari pada  pelarut yang memiliki suhu lebih rendah. sewaktu pemanasan dilaksanakan, partikel yang ada pada suhu tinggi akan bergerak lebih cepat dari pada yang memiliki suhu rendah. Mengakibatkan, kontak yang dimiliki zat terlarut dengan zat pelarut menjadi lebih efektif. Menyebabkan zat terlarut akan mudah larut pada suhu tinggi. Ukuran yang dimiliki zat terlarut, suatu zat terlarut yang memilki ukuran kecil (serbuk) lebih mudah melarut daripada zat terlarut yang berukuran lebih besar. Volume pelarut, voleme pelarut juga mempengaruhi volume yang besar akan lebih akan mudah melarutkan zat terlarut. Pengadukan suatu pengadukan menyebabkan partikel-partikel yang dimilkisuatu zat terlarut dan juga pelarut akan semakin sering untuk bertabrakan. Ini lah yang menjadi alasan proses pelarutan menjadi semakin cepat.

 

IX. Pertanyaan

1.         1.      Apakah mempengaruhi hasil akhir jika yang kita menggunakan gelas plasrik daripada gelas kaca ?

2.      Mengapa pada video yang telah di amati, air dingin lebih cepat melarutkan gula dari pada air mineral, jelaaskan ?

3.      Apakah banyaknya gula di dalam air mempengaruhi kecepatan kelarutan ? 

X. Kesimpulan

1.      Suhu mempengaruhi kelarutan gula dalam air dikarenkan suhu yang tinggi membuat menjadi  proses percepat, atau berlangsungnya pelarutan secara cepat. Hal ini disebabkan pada suhu tinggi kemungkinan yang terjadi pada tumbukan antar zat padat lebih sering, selain itu ada beberapa factor yang mempengaruhi gula larut dalam air

2.      Suhu yang panas dapat mempercepat larutnya zat terlarut tersebut. Pelarut yang memiliki suhu yang lebih tinggi membuat lebih cepat melarutkan zat terlarut daripada  pelarut yang memiliki suhu lebih rendah. sewaktu pemanasan dilaksanakan, partikel yang ada pada suhu tinggi akan bergerak lebih cepat dari pada yang memiliki suhu rendah. Mengakibatkan, kontak yang dimiliki zat terlarut dengan zat pelarut menjadi lebih efektif. Menyebabkan zat terlarut akan mudah larut pada suhu tinggi.

 

                                                                 

XI. Daftar Pustaka                                       

 

Chang, Raymond. 2004.  kimia dasar jilid 2.  Jakarta : Erlangga

Hendriani, Rini. 2008. Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Farmaka Suplemen. Vol 14. No 2.

Keenan, CW. 2006. Kimia untuk Universitas Jilid 2. Erlangga : Jakarta.

Tahir, I            qmal. 2002. Quantitative Relationships Between Molecular Structure And Melting Point Of Several Organic Compounds.  Indonesian Journal of Chemistry. Vol 2. No 2.

Tim Kimia Organik. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. Jambi: Universitas Jambi

3 komentar:

  1. baiklah, perkenalkan nama saya GUSTINA ROMARTI FAJRIN
    NIM : A1C119053
    KELAS : REG B 19
    saya akan menjawab pertanyaan febby yg nomor (3)

    Jadi , jumlah gula dapat mempengaruhi kecepatan pelarutan. gula adalah suatu zat terlarut dan air adalah zat pelarutnya. semakin banyak zat terlarut gula yang masih bebrbentuk padatan di dalam sebuat pelarut maka akan semakin lama proses pelarutannya. karena, jumlah molekul air yang akan memecah partikel gula menjadi lebih kecil jumlahnya terlalu sedikit untuk membuat gula memjadi larut. dan jumlah gula yang terlalu banyak menyebabkan partikel gula lebih lambat terdisitribusi ke seluruh pelarut airnya.

    BalasHapus
  2. Baiklah, perkenalkan nama saya Adith Andrizal dengan Nim A1C119065 akan menjawab pertanyaan no 1.
    Jika pada suhu normal maka pemakaian gelas kaca atau plastik tidak akan berpengaruh pada hasil akhir percobaan

    BalasHapus
  3. Baiklah perkenalkan
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Izin menjawab pertanyaan no. 2
    Kemungkinan pada saat melakukan percobaan praktikan salah dalam mengakurasi stopwact sehingga terjadi kesalahan dalam memperoleh hasil waktu yang dibutuhkan untuk zat larut. Karena yang benar adalah zat terlarut akan lebih cepat larut dalam air biasa bukan air dingin karena pada air dingin itu ruang antar molekul relatif sempit sehingga jumlah pergerakan molekul pada air dingin tidak sebanyak yang ada di air biasa.

    BalasHapus

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...