PEMURNIAN ZAT PADAT
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I
Judul : Pemurnian Zat Padat
II Hari, Tanggal : Senin, 8 Maret 2021
III Tujuan :
1.
Untuk mengetahui
proses dari pemurnian zat padat
2.
Untuk mengetahui
metode apa saja yang di pakai untuk pemurnian zat padat
IV Landasan
Teori
Ketika seseorang ingin meningkatkan
kualitas zat, maka ada suatu cara yairu rekristalisasi. Rekristalisasi
diantaranya adalah kristalisasi bertingkat, rekristalisasi, serta pencucian zat.
Terdapat juga cara lain untuk mmeningkatkan kualitas zat tersebut dengan cara
adalah pemurnian, pemurnian ini menambahan bahan pengikat pengotor. (
Sedyawati, 2010 )
Ada berbagai cara untuk meningkatkan
kualitas bahan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas
bahan adalah melalui proses rekristalisasi. Rekristalisasi suatu metode
pemurnian garam yang dalam prosesnya melarutkan bahan atau sampel dengan air
panas, proses selanjutnya yaitu diuapkan kembali. Sebelum proses penguapan atau
diuapkan harus ditambahkan bahan pengikat pengotor supaya ion-ion pengotor bisa
dipisahkan dari zat tersebut ( Rahmawati, 2017 )
Rekristalisasi, satu dari berbagai
metode yang sangat ampuh untuk proses pemurnian zat padat, berdasarkan atas
perbedaan yang terjadikelarutan zat yang diharkan dan kotorannya. Suatu produk
tidak murni dilarutkan dan juga diendapkan kembali, sampai berulang-ulang kali,
dengan hati hati dan di perhatikan faktor apa saja yang mempengaruhi kelarutan.
( David, 2001)
Menurut ( Kurniadi, 2008 ) Ada beberapa
kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi pelarut rekristalisasi yaitu :
1.
Melalui
rekristalisasi pelarut tidak mengadakan reaksi yaitu reaksi kimia dengan
padatan yang dimurnikannya.
2.
Pengotor organik
harus bisa larut dalam pelarut yaitu pada saat keadaan dingin sehingga pengotor
bisa tetap tinggal di dalam larutan ketika pengkristalan.
3.
Pada keadaan
panas kelarutan padatan harus tinggi dalam pelarut serta harus rendah pada
keadaan dingin
Pemisahan campuran merupakan hal yang
penting dalam semua cabang yakni cabang kimia dan juga tidak kalah penting dalam suatu banyak bidang lain di mana teknik
kimia dipakai untuk memecahkan beberapa macam masalah. Oleh sebab itu, dampak yang
timbul dari suatu teknik pemisahan yang ampuh bisa dirasakan oleh seluruh bidang
ilmu pengetahuan modern. ( Underwood, 2002 )
5.1 Alat
1.
Corong kaca
2.
Filter
3.
Spatula
4.
Pipet tetes
5.
Kawat kasa
6.
Kaki tiga
7.
Pembakar Bunsen
8.
Batang kaca
pengaduk
9.
Dudukkan dan
penjepit
10.
Kertas saring
bersalur
11.
Tabung reaksi
12.
Palung
13.
Gelas kimia 250
ml
5.2 Bahan
1.
Asam benzoate
kasar
2.
Air dingin
3.
Air suling
VI. PROSEDUR KERJA
6.1
Preparasi sampel
Gelas
kimia
Ø Diambil sekitaar 150 ml air suling lalu di masukkan ke dalam gelas kimia
Pembakar bunsen
Ø Dirpanaskan air di atas pembakar Bunsen sampai
mendidih
Ø Digelas kimia lain, diambil 3 gram sampel kasar asam
benzoate
Ø Ditambahkan sedikit air mendidih secukup nya ke
dalam gelas beker yang didalamnya terdapat asam benzoate. Penambahan air ini
dugunakan untuk melarutkan asam benzoate menggunakan pipet tetes
Ø Diaduk menggunakan batang pengaduk
6.2
Filtasi larutan asam benzoate panas
Statif
Ø Disiapkan kertas saring lalu letakkan ke dalam corong
dan dijepit corong ke statif
Ø Diletakkan gelas beker dibawah corong
Ø Dituangkan filtrate ke kertas saring
Ø Ditunggu berepa saat sampai zat cair nya sudah turun
semua
6.3
Pendinginanan larutan jenuh panas
Gelas
kimia
Ø Dibiarkan bahan mencapau suhu kamar dengan
sendirinya
Ø Di dinginkaan filtrate ke dalam bak berisi air dingin
Ø Diamati hasil kristal asam benzoate
6.4
Pemisahan dan pengeringan Kristal
Statif
Ø Di tempatkan corong yang berisisi kertas saring lalu
dipasang pada statif
Ø Di tuangkan larutan ke kertas saring untuk
memisahkan Kristal
Ø Dicuci Kristal dengan menggunakan air dingin
Ø Dipindahkan Kristal ketempat kertas saring yang lain
Ø Dikeringkan dengan cara menumpuk kertas saring di
atas Kristal
Ø Dimasukkan Kristal ke dalam tabung reaksi kering,
Ø Diamati apa yang terjadi Kristal asam benzoate tidak
tembus cahaya
Hasil pengamatan
Untuk lebih jelasnya mengenai Pemurnian zat padat
metode Rekristalisasi anda dapat melihat video
berikut :
Pemurnian zat padat metode Rekristalisasi : https://youtu.be/FggvNDlkJxo
Permasalahan :
1.
Bagaimana jika
pada prosedur tidak dilakukan penyaringan terlebih dahulu ?
2. Apakah langkah dan prosedur rekristalisasi setiap percobaan sama, atau jika bahan yang digunakan berupa serbuk, prosesnya berbeda, jelaskan ?
3. Coba anda jelaskan bagaimana proses rekristalisasi pada saat pemanasan di atas pemanas Bunsen ?

Baiklah saya: ELseria Afriyanti Togatorop, NIM : A1C119071
BalasHapusAkan menjawab pertanyaan no 1
apabila tidak di lakakukan penyaringan pada prosedur tersebut maka zat pengotor yang ada di dalam larutan garam masih ada, dikarenakan fungsi dari penyaringan ini pada prosedur percobaan ini adalah untuk menyaring pengotor yang terdapat di dalam garam atau memisahkan pengotor dari larutan garam tersebut
baiklah saya Putri Mayang Sari dengan NIM A1C119056 akan menjawab akan menjawab pertanyaan no.2 yaitu tentunya prosedurnya akan berbeda karena bahan yang digunakan berbeda maka juga diperlukan perlakuan yang berbeda, jika dalam hal ini bahan yang digunakan adalah serbuk maka bisa saja dalam proses rekristalisasi ini pelarut yang digunakan berbeda tergantung bahannya
BalasHapusBaiklah, perkenalkan
BalasHapusNama: Erina Shafura
Nim: A1C119068
Izin menjawab pertanyaan no 3
Proses rekristalisasi dengan menggunakan pemanas yaitu Bunsen yaitu diawali dengan memanaskan Asam benzoat lalu dilanjutkan dengan penyaringan menggunakan kertas saring, setelah itu dilakukan pemanasan kembali pada larutan asam benzoat yang sudah disaring sampai airnya menguap dan menyisakan padatan yang berupa kristal asam benzoat murni