Minggu, 07 Maret 2021

Jurnal percobaan 4 - Pemurnian Zat Padat

                                                         PEMURNIAN ZAT PADAT

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021


  I  Judul                       :   Pemurnian Zat Padat

 II  Hari, Tanggal         :   Senin, 8 Maret 2021

III  Tujuan                    :  

1.    Untuk mengetahui proses dari pemurnian zat padat

2.    Untuk mengetahui metode apa saja yang di pakai untuk pemurnian zat padat

IV  Landasan Teori

Ketika seseorang ingin meningkatkan kualitas zat, maka ada suatu cara yairu rekristalisasi. Rekristalisasi diantaranya adalah kristalisasi bertingkat, rekristalisasi, serta pencucian zat. Terdapat juga cara lain untuk mmeningkatkan kualitas zat tersebut dengan cara adalah pemurnian, pemurnian ini menambahan bahan pengikat pengotor. ( Sedyawati, 2010 )

Ada berbagai cara untuk meningkatkan kualitas bahan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas bahan adalah melalui proses rekristalisasi. Rekristalisasi suatu metode pemurnian garam yang dalam prosesnya melarutkan bahan atau sampel dengan air panas, proses selanjutnya yaitu diuapkan kembali. Sebelum proses penguapan atau diuapkan harus ditambahkan bahan pengikat pengotor supaya ion-ion pengotor bisa dipisahkan dari zat tersebut ( Rahmawati, 2017 )

Rekristalisasi, satu dari berbagai metode yang sangat ampuh untuk proses pemurnian zat padat, berdasarkan atas perbedaan yang terjadikelarutan zat yang diharkan dan kotorannya. Suatu produk tidak murni dilarutkan dan juga diendapkan kembali, sampai berulang-ulang kali, dengan hati hati dan di perhatikan faktor apa saja yang mempengaruhi kelarutan. ( David, 2001)

Menurut ( Kurniadi, 2008 ) Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi pelarut rekristalisasi yaitu :

1.      Melalui rekristalisasi pelarut tidak mengadakan reaksi yaitu reaksi kimia dengan padatan yang dimurnikannya.

2.      Pengotor organik harus bisa larut dalam pelarut yaitu pada saat keadaan dingin sehingga pengotor bisa tetap tinggal di dalam larutan ketika pengkristalan.

3.      Pada keadaan panas kelarutan padatan harus tinggi dalam pelarut serta harus rendah pada keadaan dingin

Pemisahan campuran merupakan hal yang penting dalam semua cabang yakni cabang kimia dan juga tidak kalah penting  dalam suatu banyak bidang lain di mana teknik kimia dipakai untuk memecahkan beberapa macam masalah. Oleh sebab itu, dampak yang timbul dari suatu teknik pemisahan yang ampuh bisa dirasakan oleh seluruh bidang ilmu pengetahuan modern. ( Underwood, 2002 )

5.1   Alat

1.            Corong kaca

2.            Filter

3.            Spatula

4.            Pipet tetes

5.            Kawat kasa

6.            Kaki tiga

7.            Pembakar Bunsen

8.            Batang kaca pengaduk

9.            Dudukkan dan penjepit

10.        Kertas saring bersalur

11.        Tabung reaksi

12.        Palung

13.        Gelas kimia 250 ml

                   

5.2   Bahan

1.            Asam benzoate kasar

2.            Air dingin

3.            Air suling

 

VI.    PROSEDUR KERJA

6.1  Preparasi sampel

Gelas kimia

Ø  Diambil sekitaar 150 ml air suling lalu di masukkan  ke dalam gelas kimia

Pembakar bunsen

Ø  Dirpanaskan air di atas pembakar Bunsen sampai mendidih

Ø  Digelas kimia lain, diambil 3 gram sampel kasar asam benzoate

Ø  Ditambahkan sedikit air mendidih secukup nya ke dalam gelas beker yang didalamnya terdapat asam benzoate. Penambahan air ini dugunakan untuk melarutkan asam benzoate menggunakan pipet tetes

Ø  Diaduk menggunakan batang pengaduk

 

6.2 Filtasi larutan asam benzoate panas

Statif

Ø Disiapkan kertas saring lalu letakkan ke dalam corong dan dijepit corong ke statif

Ø Diletakkan gelas beker dibawah corong

Ø Dituangkan filtrate ke kertas saring

Ø Ditunggu berepa saat sampai zat cair nya sudah turun semua

6.3 Pendinginanan larutan jenuh panas

Gelas kimia

Ø  Dibiarkan bahan mencapau suhu kamar dengan sendirinya

Ø  Di dinginkaan filtrate ke dalam bak berisi air dingin

Ø  Diamati hasil kristal asam benzoate

 

6.4 Pemisahan dan pengeringan Kristal

Statif

Ø Di tempatkan  corong yang berisisi kertas saring lalu dipasang pada statif

Ø Di tuangkan larutan ke kertas saring untuk memisahkan Kristal

Ø Dicuci Kristal dengan menggunakan air dingin

Ø Dipindahkan Kristal ketempat kertas saring yang lain

Ø Dikeringkan dengan cara menumpuk kertas saring di atas Kristal

Ø Dimasukkan Kristal ke dalam tabung reaksi kering,

Ø Diamati apa yang terjadi Kristal asam benzoate tidak tembus cahaya

Hasil pengamatan

 

Untuk lebih jelasnya mengenai Pemurnian zat padat metode Rekristalisasi anda dapat melihat video

berikut  :

Pemurnian zat padat metode Rekristalisasi : https://youtu.be/FggvNDlkJxo

Permasalahan :

1.      Bagaimana jika pada prosedur tidak dilakukan penyaringan terlebih dahulu ?

2.      Apakah langkah dan prosedur rekristalisasi setiap percobaan sama, atau jika bahan yang digunakan berupa serbuk, prosesnya berbeda, jelaskan ?

3.      Coba anda jelaskan bagaimana proses rekristalisasi pada saat pemanasan di atas pemanas Bunsen ? 


3 komentar:

  1. Baiklah saya: ELseria Afriyanti Togatorop, NIM : A1C119071
    Akan menjawab pertanyaan no 1
    apabila tidak di lakakukan penyaringan pada prosedur tersebut maka zat pengotor yang ada di dalam larutan garam masih ada, dikarenakan fungsi dari penyaringan ini pada prosedur percobaan ini adalah untuk menyaring pengotor yang terdapat di dalam garam atau memisahkan pengotor dari larutan garam tersebut

    BalasHapus
  2. baiklah saya Putri Mayang Sari dengan NIM A1C119056 akan menjawab akan menjawab pertanyaan no.2 yaitu tentunya prosedurnya akan berbeda karena bahan yang digunakan berbeda maka juga diperlukan perlakuan yang berbeda, jika dalam hal ini bahan yang digunakan adalah serbuk maka bisa saja dalam proses rekristalisasi ini pelarut yang digunakan berbeda tergantung bahannya

    BalasHapus
  3. Baiklah, perkenalkan
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Izin menjawab pertanyaan no 3
    Proses rekristalisasi dengan menggunakan pemanas yaitu Bunsen yaitu diawali dengan memanaskan Asam benzoat lalu dilanjutkan dengan penyaringan menggunakan kertas saring, setelah itu dilakukan pemanasan kembali pada larutan asam benzoat yang sudah disaring sampai airnya menguap dan menyisakan padatan yang berupa kristal asam benzoat murni

    BalasHapus

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...