Minggu, 14 Maret 2021

Laporan percobaan 4 - PEMURNIAN ZAT PADAT

                                                          PEMURNIAN ZAT PADAT

          

 



 

NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI

NIM                     : A1C119052

KELAS                : REGULER B 2019

 

 

 

                                                         DOSEN PENGAMPU :

                                                          Dr. Syamsurizal, M.Si

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

 

VII.   DATA PENGAMATAN

NO

Perlakuan

Alat dan bahan

Tujuan

Hasil

1

Preparasi sampel :

1. Dituang 150 ml air suling ke dalam gelas kimia

 

2. Direbus air pada pembakar Bunsen hingga mendidih

 

3. Di dalam gelas kimia lain, ambil 3 gram sampel asam benzoat mentah

 

4. Digunakan pipet untuk menambahkan sedikit air mendidih ke dalam gelas kimia Ada asam benzoat di dalam gelas kimia

 

5. Di aduk dengan pengaduk

-Corong kaca : wadah penyaring asam benzoat

-Filter : untuk meyaring larutan asam benzoat

-Batang kaca pengaduk : untuk mengaduk

-Gelas kimia 250 ml : Tempat melarutkan asam benzoate dan tempat mendinginkan dan memanaskan asam benzoat

-Spatula : untuk mengambil Kristal aam benzoat

-Pipet tetes : untuk meneteskan akuades

-Kawat kasa : sebagai tempat perletakkan gelar beaker ketika dioanaskan

Kaki tiga : sebagai tempat perletakkan gelar beaker ketika dioanaskan

-Pembakar Bunsen : untuk memanashkan larutan

 

-Kertas saring bersalur : untuk menyaring larutan asam benzoate.

-Tabung reaksi : sebagai wadah Kristal benzoate murni

-Dudukkan dan penjepit : tempat tabung

 

Bahan

-Asam benzoate kasar ; sebagai objek untuk dilakukan pemurnian

- Air suling : sebagai pelarut

-Air dingin : untuk mendinginkan larutan asam benzoate

 

Untuk menghasilkan larutan sampel asam benzoat

Menghasilkan larutan asam benzoate yang larut dalam air. Yang siap dugunakan untuk tahap selanjutnya.

2

Filtasi asam benzoate panas :

1. Di masukkan kertas saring bersalur ke dalam corong, lalu jepit corong ke penahannya. kemudian

 

2. Diletakkan gelas kimia di bawah corong, tuangkan filtrat ke dalam kertas saring, dan tunggu beberapa saat hingga semua cairan menetes.

Untuk menyaring kotoran ang terdapat di dalam larutan asam benzoat

Larutan asam benzoate yang bebas dari kotoran yang tidak larut

3

Pendinginan larutan jenuh panas :

1. Dibiarkan filtrate mencapau suhu kamar dengan sendirinya .

 

 2. didinginkaan filtrate ke dalam bak berisi air dingin

 

3. diamati apa yang terjadi pada Kristal asam benzoate

 Untuk mendinginkan larutan asam benzoat

Kristal asam benzoate mulai terbentuk dan terpisah

4

Pemisahan dan pengeringan Kristal :

 1. Di jepit corong yang berisi kertas saring, lalu pasangkan ke status.

 

2. Di tuang kristal ke dalam kertas saring untuk memisahkan kristal.

 

3. Di cuci kristal dengan air dingin, dan taruh kristal pada kertas saring yang menyerap cairan

 

4.Di  pindahkan kristal ke kertas saring lainnya dan keringkan dengan menumpuk kertas saring di atas kristal.

 

5. Di pindahkan kristal ke tabung reaksi kering dan amati apa yang terjadi, kristal asam benzoat tidak tembus cahaya

Untuk memisahkan dan mengeringkan kristal

Menghasilkan Kristal asam benzoate murni yang tidaak tembus cahaya

 

VIII.   PEMBAHASAN

Pemurnian padatan dari campuran memerlukan metode dan teknik khusus. Metode sebenarnya adalah mengidentifikasi atau mengidentifikasi zat padat yang akan dimurnikan dan memahami sifat fisik dan kimianya. Pemahaman yang menyeluruh tentang sifat fisik dan kimiawi akan menentukan keberhasilan pemisahan padatan yang akan dipisahkan, terutama kecenderungan kelarutan padatan yang akan dimurnikan dalam  pelarut. Sebagai seorang praktikan, perlu juga harus memahami jenis-jenis pelarut organik dan gradien polaritasnya, terutama jika Anda perlu mencampurkan dua atau tiga jenis pelarut untuk melarutkan padatan, faktor teknis pemurnian padatan juga akan berbeda. Kristalisasi, Teknologi sublimasi dan kromatografi.

Pemilihan metode  juga bergantung pada kompleksitas kemurnian  padatan, dan tentunya juga pada sifat fisik dan kimianya.Semakin kompleks suatu campuran maka pemisahannya memerlukan teknologi yang kompleks, tetapi Anda juga harus mempertimbangkan efisiensi waktu tersebut. Setelah padatan berhasil dimurnikan,  perlu menggunakan metode titik leleh atau kromatografi lapis tipis untuk menguji kemurniannya.

Percobaan ini menggunakan asam benzoat kotor untuk pemurnian kristal. Percobaan dilakukan dengan melarutkan kristal asam benzoat kotor dalam akuades kemudian dipanaskan untuk melarutkannya. Setelah itu, saring larutan tersebut dengan kertas saring agar kotoran yang tidak larut yang tersisa dalam larutan asam benzoat tetap berada pada kertas saring. Setelah difiltrasi, larutan asam benzoat dapat dipanaskan kembali dan didinginkan pada suhu kamar. . Setelah beberapa waktu, gelas kimia yang berisi larutan tersebut direndam dalam air dingin untuk mengamati keadaannya. Hasilnya, ditemukan bahwa menurut pengamatan, kristal dari kristal benzoat tersebut mulai membentuk kristal tepisah. Setelah itu dilakukan pemisahan dengan cara menyaring kristal dan air menggunakan kertas saring. Kemudian uji kristal yang tampak buram. Suhu sangat mempengaruhi proses kristalisasi asam benzoat, Suhu tinggi mengubah kristal menjadi cairan. Suhu rendah mengubah larutan menjadi Kristal. Ketika larutan asam benzoat kembali membentuk kristal akibat pengaruh suhu, hal ini menandakan bahwa asam benzoat berada dalam keadaan kesetimbangan. Bentuk kristal yang terbentuk adalah kristal monoklinik, dimana kristal tersebut berbentuk prisma tunggal yang panjang, dan alasnya berbentuk jajaran genjang. Di akhir percobaan, dilakukan uji ketahanan cahaya pada kristal asam benzoat.Hasilnya menunjukkan bahwa kristal tersebut buram dan berwarna putih serta pekat yang berarti padatan kristalin asam benzoat murni.  suhu dapat berubah bentuk, suhu tinggi dapat mengubah asam benzoat menjadi bentuk cair dan melarutkannya dalam air, sedangkan suhu rendah dapat membuat larutan asam benzoat murni mengkristal kembali.

 

IX.   Pertanyaan

1.      Apakah sedikit atau banyaknya volume aquades untuk melarutkan asam benzoate pada hasil akhir percobaan ?

2.      jika tidak didinginkan dalam air apa yang akan terjadi pada larutan asam benzoate tersebut ?

3.      mengapa Kristal harus dipindahkan dari kertas saring satu kekertas saring yang lain, serta haus di tutup kembali degan kertas saring, jelaskan !

 

X.   Kesimpulan

Kesimpulan yang diambil dari percobaan ini adalah sebagai berikut:

1.      Dalam rekristalisasi percobaan ini menggunakan asam benzoat, dengan cara yang dilakukan adalah melarutkan asam glutarat pada suhu tinggi, menyaring larutan asam benzoat yang kotor, dan langkah terakhir adalah rekristalisasi larutan asam benzoat tersebut menjadi kristal monosiklik.

2.      Terdapat beberapa cara dalam proses pemisahan dan pemurnian zat yaitu antara lain:kristalisasi, detilasi, sublimasi, rekristalisasi, ekstraksi, kromatografi, dan penukaran ion

 

XI.   Daftar Pustaka

Underwood, A,L. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif, Jakarta : Erlangga

David w, Oxtoby. 2001. Kimia Modern. Jakarta : Erlangga

Kurniadi, Bambang. 2008. Fitokimia. Jakarta : Airlangga Universitas Press

Sedyawati, Mantini Rahayu. 2010. Pemurnian Garam Dapur Melalui Metode Kristalisasi Air Tua Dengan Bahan Pengikat Pengotor Na2c2o4 – Nahco3 Dan Na2c2o4 – Na2co3, jurnal kimia FMIPA UNNES Vol. 8 No. 1

Rahmawati. 2017. Peningkatan Kualitas Garam Bledug Kuwu Melalui Proses Rekristalisasi dengan Pengikat Pengotor CaO, Ba(OH)2, dan (NH4)2CO3. Journal of Creativity Student.  Vol 2 No 1.


3 komentar:

  1. Perkenalkan nama saya:Elseria Afriyanti Togatorop
    NIM :A1C119071
    Akan menjawab pertanyaan no 2
    Apabila asam benzoat tersebut tidak didinginkan pada air maka asam benzoat tersebut tidak akan membentuk kristal murni, dimana asam benzoat didinginkan pada air supaya larutan asam benzoat murni mengkristal

    BalasHapus
  2. baiklah saya Putri Mayang Sari dengan NIM A1C119056 akan menjawab pertanyaan no.3 yakni mengapa kristal harus dipindahkan ke kertas saring lain dan kemudian ditutupi dengan kertas saring lagi. hal tersebut tidak lain dan tidak bukan untuk mengeringkan kristal yang telah terbentuk dan tujuan dari perpindahan kristal ke kertas saring lainnya juga untuk mengoptimalkan pengeringan dari kristal tersebut

    BalasHapus
  3. Baiklah perkenalkan saya
    Nama: Erina Shafura
    Nim: A1C119068
    Izin menjawab pertanyaan no. 1

    Menurut saya banyak sedikitnya volume aquades yang digunakan akan mempengaruhi hasil akhirnya karena aquades disini digunakan sebagai pelarut. Maka dari itu komposisi volume aquades harus sesuai dengan prosedur kerjanya

    BalasHapus

LAPORAN 13 - EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK

                                         EKSTRAKSI PADA SENYAWA SENYAWA ORGANIK                  NAMA                 : FEBBY RAHMADAYANI NI...