PEMURNIAN ZAT PADAT
NAMA : FEBBY RAHMADAYANI
NIM : A1C119052
KELAS : REGULER B 2019
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Syamsurizal, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII. DATA
PENGAMATAN
|
NO |
Perlakuan |
Alat
dan bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1 |
Preparasi
sampel : 1.
Dituang 150 ml air suling ke dalam gelas kimia
2.
Direbus air pada pembakar Bunsen hingga mendidih
3.
Di dalam gelas kimia lain, ambil 3 gram sampel asam benzoat mentah
4.
Digunakan pipet untuk menambahkan sedikit air mendidih ke dalam gelas kimia
Ada asam benzoat di dalam gelas kimia
5.
Di aduk dengan pengaduk |
-Corong
kaca : wadah penyaring asam benzoat -Filter
: untuk meyaring larutan asam benzoat -Batang
kaca pengaduk : untuk mengaduk -Gelas
kimia 250 ml : Tempat melarutkan asam benzoate dan tempat mendinginkan dan
memanaskan asam benzoat -Spatula
: untuk mengambil Kristal aam benzoat -Pipet
tetes : untuk meneteskan akuades -Kawat
kasa : sebagai tempat perletakkan gelar beaker ketika dioanaskan Kaki
tiga : sebagai tempat perletakkan gelar beaker ketika dioanaskan -Pembakar
Bunsen : untuk memanashkan larutan
-Kertas
saring bersalur : untuk menyaring larutan asam benzoate. -Tabung
reaksi : sebagai wadah Kristal benzoate murni -Dudukkan
dan penjepit : tempat tabung Bahan -Asam
benzoate kasar ; sebagai objek untuk dilakukan pemurnian -
Air suling : sebagai pelarut -Air
dingin : untuk mendinginkan larutan asam benzoate |
Untuk
menghasilkan larutan sampel asam benzoat |
Menghasilkan
larutan asam benzoate yang larut dalam air. Yang siap dugunakan untuk tahap
selanjutnya. |
|
2 |
Filtasi
asam benzoate panas : 1.
Di masukkan kertas saring bersalur ke dalam corong, lalu jepit corong ke
penahannya. kemudian
2.
Diletakkan gelas kimia di bawah corong, tuangkan filtrat ke dalam kertas
saring, dan tunggu beberapa saat hingga semua cairan menetes. |
Untuk
menyaring kotoran ang terdapat di dalam larutan asam benzoat |
Larutan
asam benzoate yang bebas dari kotoran yang tidak larut |
|
|
3 |
Pendinginan
larutan jenuh panas : 1.
Dibiarkan filtrate mencapau suhu kamar dengan sendirinya .
2. didinginkaan filtrate ke dalam bak berisi
air dingin
3.
diamati apa yang terjadi pada Kristal asam benzoate |
Untuk
mendinginkan larutan asam benzoat |
Kristal asam benzoate mulai terbentuk dan terpisah |
|
|
4 |
Pemisahan
dan pengeringan Kristal : 1.
Di jepit corong yang berisi kertas saring, lalu pasangkan ke status.
2.
Di tuang kristal ke dalam kertas saring untuk memisahkan kristal.
3.
Di cuci kristal dengan air dingin, dan taruh kristal pada kertas saring yang
menyerap cairan
4.Di pindahkan kristal ke kertas saring lainnya
dan keringkan dengan menumpuk kertas saring di atas kristal.
5.
Di pindahkan kristal ke tabung reaksi kering dan amati apa yang terjadi,
kristal asam benzoat tidak tembus cahaya |
Untuk
memisahkan dan mengeringkan kristal |
Menghasilkan
Kristal asam benzoate murni yang tidaak tembus cahaya |
VIII. PEMBAHASAN
Pemurnian
padatan dari campuran memerlukan metode dan teknik khusus. Metode sebenarnya
adalah mengidentifikasi atau mengidentifikasi zat padat yang akan dimurnikan
dan memahami sifat fisik dan kimianya. Pemahaman yang menyeluruh tentang sifat
fisik dan kimiawi akan menentukan keberhasilan pemisahan padatan yang akan
dipisahkan, terutama kecenderungan kelarutan padatan yang akan dimurnikan dalam
pelarut. Sebagai seorang praktikan,
perlu juga harus memahami jenis-jenis pelarut organik dan gradien polaritasnya,
terutama jika Anda perlu mencampurkan dua atau tiga jenis pelarut untuk
melarutkan padatan, faktor teknis pemurnian padatan juga akan berbeda.
Kristalisasi, Teknologi sublimasi dan kromatografi.
Pemilihan
metode juga bergantung pada kompleksitas
kemurnian padatan, dan tentunya juga
pada sifat fisik dan kimianya.Semakin kompleks suatu campuran maka pemisahannya
memerlukan teknologi yang kompleks, tetapi Anda juga harus mempertimbangkan
efisiensi waktu tersebut. Setelah padatan berhasil dimurnikan, perlu menggunakan metode titik leleh atau
kromatografi lapis tipis untuk menguji kemurniannya.
Percobaan
ini menggunakan asam benzoat kotor untuk pemurnian kristal. Percobaan dilakukan
dengan melarutkan kristal asam benzoat kotor dalam akuades kemudian dipanaskan
untuk melarutkannya. Setelah itu, saring larutan tersebut dengan kertas saring
agar kotoran yang tidak larut yang tersisa dalam larutan asam benzoat tetap
berada pada kertas saring. Setelah difiltrasi, larutan asam benzoat dapat
dipanaskan kembali dan didinginkan pada suhu kamar. . Setelah beberapa waktu,
gelas kimia yang berisi larutan tersebut direndam dalam air dingin untuk
mengamati keadaannya. Hasilnya, ditemukan bahwa menurut pengamatan, kristal
dari kristal benzoat tersebut mulai membentuk kristal tepisah. Setelah itu
dilakukan pemisahan dengan cara menyaring kristal dan air menggunakan kertas
saring. Kemudian uji kristal yang tampak buram. Suhu sangat mempengaruhi proses
kristalisasi asam benzoat, Suhu tinggi mengubah kristal menjadi cairan. Suhu
rendah mengubah larutan menjadi Kristal. Ketika larutan asam benzoat kembali membentuk kristal akibat pengaruh
suhu, hal ini menandakan bahwa asam benzoat berada dalam keadaan kesetimbangan.
Bentuk kristal yang terbentuk adalah kristal monoklinik, dimana kristal
tersebut berbentuk prisma tunggal yang panjang, dan alasnya berbentuk jajaran
genjang. Di akhir percobaan, dilakukan uji ketahanan cahaya pada kristal asam
benzoat.Hasilnya menunjukkan bahwa kristal tersebut buram dan berwarna putih
serta pekat yang berarti padatan kristalin asam benzoat murni. suhu dapat berubah bentuk, suhu tinggi dapat
mengubah asam benzoat menjadi bentuk cair dan melarutkannya dalam air,
sedangkan suhu rendah dapat membuat larutan asam benzoat murni mengkristal
kembali.
IX. Pertanyaan
1.
Apakah sedikit atau banyaknya volume
aquades untuk melarutkan asam benzoate pada hasil akhir percobaan ?
2.
jika tidak didinginkan dalam air apa yang
akan terjadi pada larutan asam benzoate tersebut ?
3.
mengapa Kristal harus dipindahkan dari
kertas saring satu kekertas saring yang lain, serta haus di tutup kembali degan
kertas saring, jelaskan !
X. Kesimpulan
Kesimpulan yang diambil
dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.
Dalam rekristalisasi percobaan ini
menggunakan asam benzoat, dengan cara yang dilakukan adalah melarutkan asam
glutarat pada suhu tinggi, menyaring larutan asam benzoat yang kotor, dan
langkah terakhir adalah rekristalisasi larutan asam benzoat tersebut menjadi
kristal monosiklik.
2.
Terdapat beberapa cara dalam proses
pemisahan dan pemurnian zat yaitu antara lain:kristalisasi, detilasi,
sublimasi, rekristalisasi, ekstraksi, kromatografi, dan penukaran ion
XI. Daftar
Pustaka
Underwood, A,L. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif, Jakarta :
Erlangga
David w, Oxtoby. 2001. Kimia Modern. Jakarta : Erlangga
Kurniadi, Bambang.
2008. Fitokimia. Jakarta : Airlangga
Universitas Press
Sedyawati,
Mantini Rahayu. 2010. Pemurnian Garam Dapur Melalui Metode Kristalisasi Air Tua
Dengan Bahan Pengikat Pengotor Na2c2o4 – Nahco3 Dan Na2c2o4 – Na2co3, jurnal kimia FMIPA UNNES Vol. 8 No. 1
Rahmawati.
2017. Peningkatan Kualitas Garam Bledug Kuwu Melalui Proses Rekristalisasi
dengan Pengikat Pengotor CaO, Ba(OH)2, dan (NH4)2CO3. Journal of Creativity Student.
Vol 2 No 1.

Perkenalkan nama saya:Elseria Afriyanti Togatorop
BalasHapusNIM :A1C119071
Akan menjawab pertanyaan no 2
Apabila asam benzoat tersebut tidak didinginkan pada air maka asam benzoat tersebut tidak akan membentuk kristal murni, dimana asam benzoat didinginkan pada air supaya larutan asam benzoat murni mengkristal
baiklah saya Putri Mayang Sari dengan NIM A1C119056 akan menjawab pertanyaan no.3 yakni mengapa kristal harus dipindahkan ke kertas saring lain dan kemudian ditutupi dengan kertas saring lagi. hal tersebut tidak lain dan tidak bukan untuk mengeringkan kristal yang telah terbentuk dan tujuan dari perpindahan kristal ke kertas saring lainnya juga untuk mengoptimalkan pengeringan dari kristal tersebut
BalasHapusBaiklah perkenalkan saya
BalasHapusNama: Erina Shafura
Nim: A1C119068
Izin menjawab pertanyaan no. 1
Menurut saya banyak sedikitnya volume aquades yang digunakan akan mempengaruhi hasil akhirnya karena aquades disini digunakan sebagai pelarut. Maka dari itu komposisi volume aquades harus sesuai dengan prosedur kerjanya